Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gara-gara Mengantuk, Pendaki Gunung Andong Terpeleset dan Masuk Jurang

Kompas.com - 13/05/2024, 11:00 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Media sosial X diramaikan dengan video seorang pendaki masuk jurang usai terpeleset di Gunung Andong Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Video tersebut diunggah oleh akun @merapi_uncover pada Minggu (12/5/2024).

Pengunggah mengatakan, lokasi pendaki terjatuh berada di jurang Jembatan Setan, Gunung Andong yang memiliki kedalaman 200 meter lebih.

Awal Video ini direkam setelah kejadian oleh seorang pendaki. setelah dievakuasi alhamdulilah korban masih bisa selamat dengan luka berat,” tulit pengunggah.

Lantas, bagaimana kronologi peristiwa itu?

Baca juga: Kronologi Evakuasi Jasad Pendaki yang Tergeletak Sendirian di Gunung Agung, Sempat Terkendala Cuaca Buruk

Kronologi pendaki terpeleset di Gunung Andong

Babinsa Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Magelang Serma Tukijan mengatakan, identitas pendaki yang masuk jurang setelah terpeleset di Gunung Andong adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah bernama Muhamad Malik Atha (20).

“Diketahui pukul 06.30 WIB telah terjadi seorang pendaki terpeleset ke jurang Gunung Andong, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak di kedalaman LK (lebih kurang) 150 meter,” kata Tukijan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (13/5/2024).

Ia menjelaskan, insiden itu bermula ketika Malik akan turun dari Gunung Andong.

Malik kemudian beristirahat sejenak di Jembatan Setan sebelum puncak alap-alap di Gunung Andong.

Tukijan menyampaikan, Malik pada saat itu secara tiba-tiba terserang rasa kantuk.

“Akhirnya korban terjengkang dan terperosok atau terjatuh ke jurang kedalaman LK (lebih kurang) 150 meter,” jelas Tujikan.

Baca juga: Pendaki Harus Melewati Death Zone untuk Mencapai Puncak Everest, Apa Itu?

Pendaki dievakuasi

Menurutnya, ada tiga orang saksi yang mengetahui peristiwa itu, yakni Marmin (36), Haryanto (38), dan Mohamad Rafi (20) yang juga merupakan mahasiswa UNS.

Setelah menerima informasi ada pendaki yang masuk jurang, pihaknya bersama beberapa stakeholder melakukan evakuasi pada pukul 07.30-11.40 WIB.

Evakuasi melibatkan, Babinsa Koramil 07/Ngablak, jajaran Polsek Ngablak, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten Magelang, Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Palang Merah Indonesia Kabupaten Magelang, dan relawan dari basecamp Dusun Pendem dan Dusun Sawit.

Setelah empat jam proses evakuasi, Malik akhirnya dapat diangkat dari jurang sebelum dilarikan ke RSUD Salatiga.

Pada saat dievakuasi, Malik dalam keadaan luka dan mengalami patah tulang kaki sebelah kiri.

Punggung dan tangan Malik juga mengalami lecet serta wajah dalam kondisi lebam.

“Korban dalam keadaan sadar (saat dievakuasi). (Evakuasi) terdapat keadaan aman dan lancar,” pungkas Tukijan.

Baca juga: Pendaki Terakhir yang Hilang Ditemukan, Operasi SAR Gunung Marapi Ditutup

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

[POPULER TREN] Populer Tren 19 Juni 2024: Cara Tukar Botol Plastik Jadi Saldo BSI |Rupiah Tembus Rp 16.400, Apa Dampaknya?

[POPULER TREN] Populer Tren 19 Juni 2024: Cara Tukar Botol Plastik Jadi Saldo BSI |Rupiah Tembus Rp 16.400, Apa Dampaknya?

Tren
Ada 'Strawberry Moon' di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Ada "Strawberry Moon" di Indonesia, Apa Bedanya dengan Purnama Biasa?

Tren
Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Ringan dan Mudah Dilakukan, Ini 6 Manfaat Jalan Kaki yang Perlu Diketahui

Tren
Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Adakah Batas Maksimal Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan?

Tren
Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Polri Akan Berlakukan Tilang Berbasis Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut

Tren
Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Bolehkah Memotong Kuku di Hari Tasyrik? MUI Ungkap Hukumnya

Tren
Manfaat 'Torpedo Kambing' bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Manfaat "Torpedo Kambing" bagi Pria, Benarkah Bisa Meningkatkan Gairah Seksual?

Tren
Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Benarkah Penggunaan Obat GERD Berlebihan Bisa Memperparah Kondisi? Ini Penjelasan Guru Besar UGM

Tren
Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Formasi CPNS Pemerintah Pusat 2024 Sudah Diumumkan, Lulusan SMA Bisa Daftar

Tren
Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Kenapa Sapi Kurban Mengamuk sebelum Disembelih? Ini Penjelasan Pakar

Tren
Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Pisang dan Jeruk Disebut Tak Dianjurkan Dimakan Malam-malam, Ini Kata Ahli

Tren
Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Media Asing Soroti Suku Pedalaman Halmahera Keluar Hutan, Temui Pekerja Tambang

Tren
Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Beberapa Bahaya Buang Darah dan Kotoran Hewan Kurban ke Selokan Umum

Tren
Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Mulai 20 Juni, Berikut Jadwal Pertandingan Copa America 2024

Tren
Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Ramai soal Pajero Pelat Merah B 1803 PQH Dipakai Anak Muda di Yogya, Siapa Pemiliknya?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com