Beragam Reaksi atas Tuduhan Rekayasa Kasus Novel Baswedan

Kompas.com - 08/11/2019, 11:41 WIB
ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO

KOMPAS.com - Tudingan rekayasa atas kasus penyiraman penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menuai beragam reaksi.

Diketahui, politisi PDI-P Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung telah melaporkan Novel Baswedan ke Polda Maetro Jaya, Rabu (6/11/2019).

Dewi melaporkan Novel karena yang bersangkutan dianggap telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 silam.

Menurutnya, ada beberapa kejanggalan yang ditemukannya, seperti bentuk luka dan perban.

Berikut sejumlah reaksi atas tuduhan yang dilancarkan Dewi Tanjung kepada Novel Baswedan:

Dinilai Ngawur

Menanggapi tuduhan itu, Novel Baswedan menganggap bahwa Dewi Ambarwati ngawur.

Menurut Novel, tuduhan Dewi Tanjung itu justru mempermalukan dirinya sendiri.

"Kata-kata orang itu jelas menghina lima rumah sakit, tiga rumah sakit di Indonesia dan dua rumah sakit di Singapura," tegas Novel, dikutip dari Kompas.com (7/11/2019).

Jelas Jadi Korban

KPK pun bereaksi atas tuduhan itu.

Menurut KPK, Novel jelas-jelas sudah menjadi korban penyerangan sebagaimana hasil pemeriksaan dokter.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II: Terpanjang di Indonesia, Dapat Menahan Megathrust

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II: Terpanjang di Indonesia, Dapat Menahan Megathrust

Tren
Vietnam, Negara Tujuan Ekspor Benih Lobster yang Pernah Dapat 'Kartu Kuning' dari Eropa

Vietnam, Negara Tujuan Ekspor Benih Lobster yang Pernah Dapat "Kartu Kuning" dari Eropa

Tren
Seleksi Administrasi CPNS Kemenpan RB Sudah Diumumkan, Cek Hasilnya di Link Ini

Seleksi Administrasi CPNS Kemenpan RB Sudah Diumumkan, Cek Hasilnya di Link Ini

Tren
Terobosan Merdeka Belajar Nadiem Makarim, Ubah Sistem Zonasi hingga Hapus UN

Terobosan Merdeka Belajar Nadiem Makarim, Ubah Sistem Zonasi hingga Hapus UN

Tren
Update CPNS 2019: Link Cek Jumlah Pelamar Setiap Formasi, Jadwal Terbaru dari BKN

Update CPNS 2019: Link Cek Jumlah Pelamar Setiap Formasi, Jadwal Terbaru dari BKN

Tren
Cerita SEA Games 2019, Salah Penulisan Kode Indonesia hingga Emas Pertama Polo Air...

Cerita SEA Games 2019, Salah Penulisan Kode Indonesia hingga Emas Pertama Polo Air...

Tren
Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2019 Mulai Diumumkan Hari Ini, Ini Cara Ceknya

Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2019 Mulai Diumumkan Hari Ini, Ini Cara Ceknya

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Tsunami Terjang Flores, Lebih dari 1.300 Orang Meninggal

Hari Ini dalam Sejarah: Tsunami Terjang Flores, Lebih dari 1.300 Orang Meninggal

Tren
[KLARIFIKASI] Video Mitra Go-Jek Pukul Seorang Pemuda Diduga Order Fiktif

[KLARIFIKASI] Video Mitra Go-Jek Pukul Seorang Pemuda Diduga Order Fiktif

Tren
[POPULER TREN] 5 BUMN yang Masih Rugi | Seleksi CPNS Dibuka Lagi pada 2020

[POPULER TREN] 5 BUMN yang Masih Rugi | Seleksi CPNS Dibuka Lagi pada 2020

Tren
CPNS 2019, Progres Verifikasi Sejumlah Instansi Capai 100 Persen

CPNS 2019, Progres Verifikasi Sejumlah Instansi Capai 100 Persen

Tren
Saat SMK Menjadi Pemasok Angka Pengangguran Tertinggi di Indonesia...

Saat SMK Menjadi Pemasok Angka Pengangguran Tertinggi di Indonesia...

Tren
Sri Mulyani Larang PNS Eselon III dan IV Berdinas Naik Pesawat Kelas Bisnis

Sri Mulyani Larang PNS Eselon III dan IV Berdinas Naik Pesawat Kelas Bisnis

Tren
Catat, Berikut Jadwal Resmi Tahapan CPNS 2019

Catat, Berikut Jadwal Resmi Tahapan CPNS 2019

Tren
Ganti UN dengan Merdeka Belajar, FSGI: Jangan Hanya Mengganti Nama

Ganti UN dengan Merdeka Belajar, FSGI: Jangan Hanya Mengganti Nama

Tren
komentar
Close Ads X