Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Mana Tempat Jual Beli Rempah Paling Terkenal di Eropa pada Zaman Kuno?

Kompas.com - 25/09/2023, 13:00 WIB
Widya Lestari Ningsih

Penulis

KOMPAS.com - Sejak beberapa abad sebelum Masehi, rempah menjadi komoditas utama perdagangan jalur laut antara India dan Eropa.

Saat itu, bangsa Eropa belum mencari langsung ke daerah penghasil rempah-rempah karena terdapat banyak tempat perdagangan kuno di Eropa.

Tempat jual beli rempah-rempah paling terkenal pada masa kuno di Eropa adalah Konstantinopel.

Baca juga: Mengapa Jatuhnya Konstantinopel Mendorong Penjelajahan Samudra?

Kenapa Konstantinopel terkenal?

Konstantinopel adalah sebutan lama untuk Kota Istanbul di Turki.

Kota yang telah eksis sejak abad ke-7 SM ini menyimpan sejarah kedigdayaan beberapa bangsa karena kerap diperebutkan.

Salah satu keistimewaan Kota Konstantinopel adalah wilayahnya masuk dalam benua Asia dan Eropa.

Kondisi geografis itu membuat Konstantinopel sangat strategis, karena berada di persimpangan rute perdagangan darat antara Asia dan Eropa.

Konstantinopel juga terletak di ujung semenanjung berbentuk segitiga, sehingga secara alami wilayahnya dikelilingi oleh perairan di ketiga sisinya.

Alhasil, kota ini memiliki akses langsung melalui laut ke Afrika, Mediterania, dan Laut Hitam.

Berkat letak geografisnya, Konstantinopel berperan penting bagi orang-orang Yunani dan Romawi, yang membangun kota ini sejak abad ke-7 SM.

Baca juga: Mengapa Konstantinopel Diperebutkan?

Saat itu, Konstantinopel masih bernama Byzantium. Namanya baru diubah menjadi Konstantinopel setelah ditetapkan sebagai ibu kota kekaisaran oleh Kaisar Romawi Konstantinus Agung pada tahun 330.

Konstantinopel kemudian menjadi pusat transit perdagangan dunia dan menjadi kota terbesar sekaligus termakmur di Eropa.

Pedagang dari berbagai negara berdatangan dan melakukan transaksi jual beli beragam barang dagang.

Rempah-rempah merupakan bisnis yang paling menguntungkan.

Rempah sangat disukai dan dibutuhkan bangsa Eropa. Karena iklimnya yang dingin, rempah dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh, digunakan untuk pengobatan, penyedap masakan, dan parfum.

Bahkan saat itu rempah-rempah dari negeri Timur, yaitu Nusantara, dipercaya menjadi obat hirup alami untuk mengobati wabah besar yang mengakibatkan kematian luar biasa di Eropa.

Baca juga: Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Turki

Selama sekitar seribu tahun, Konstantinopel berkembang menjadi kota pelabuhan yang mempertemukan para pedagang dari empat penjuru dunia dan sebagai kota transit rempah-rempah pertama di sekitar Laut Tengah dari Asia.

Itulah mengapa, Konstantinopel penting bagi bangsa Eropa, yang menggantungkan pasokan rempah-rempah dari Asia.

Pada 29 Mei 1453, Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Utsmani di bawah pimpinan Muhammad Al-Fatih atau Mehmet II.

Penaklukan Konstantinopel memengaruhi kehidupan agama, militer, ekonomi, dan psikologis bangsa Eropa.

Dalam bidang ekonomi, jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani membuat jalur perdangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa terputus.

Pedagang Eropa tidak bisa lagi membeli rempah-rempa di Konstantinopel karena Turki Usmani melarang mereka untuk beraktifitas dan memonopoli perdagangan Eropa dengan Asia.

Setelah kehilangan tempat jual beli rempah-rempah, bangsa Eropa terpacu untuk menjelajahi samudra guna menemukan sendiri daerah penghasil rempah-rempah, yang diketahui berada di dunia Timur.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com