Kompas.com - 04/08/2021, 14:57 WIB
Terusan Suez di Mesir (SHUTTERSTOCK/Markeliz). SHUTTERSTOCK/MarkelizTerusan Suez di Mesir (SHUTTERSTOCK/Markeliz).

KOMPAS.com - Bagi beberapa negara di Asia dan Eropa, Terusan Suez merupakan jalur strategis untuk perdagangan internasional. Terusan Suez (Suez Canal) membentang sejauh 120 mil atau sekitar 193 kilometer, dimulai dari Port Said di Laut Mediterania hingga ke Kota Suez.

Terusan Suez merupakan jalur air buatan yang menghubungkan beberapa kawasan penting. Dilansir dari situs History.com, Suez Canal dibangun dalam jangka waktu 10 tahun. Jalur air ini resmi dibuka pada 17 November 1869.

Mengutip dari Encyclopaedia Britannica, Terusan Suez membentang dari utara ke selatan dan melintasi Tanah Genting Suez di Mesir. Oleh karena lokasinya ini, Suez Canal menjadi penghubung antara Laut Tengah dan Laut Merah.

Tidak hanya itu, jalur air ini juga menjadi pemisah Benua Afrika dari Asia. Terusan Suez merupakan rute maritim (perairan) terpendek yang menghubungkan Eropa dengan daratan yang terletak di sekitar Samudra Hindia dan Pasifik Barat.

Bukan tanpa alasan, jika Suez Canal disebut dan dianggap sebagai jalur strategis. Jalur air buatan ini memiliki rute yang jauh lebih pendek dan langsung untuk pengiriman komoditas antara Eropa dan Asia, tanpa harus melewati Benua Afrika terlebih dahulu.

Baca juga: Sejarah Terusan Suez

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam situs resmi Suez Canal Authority, disebutkan jika Terusan Suez mempunyai letak geografis yang unik, karena membentang dari Laut Mediterania ke Kota Suez. Sehingga hal ini menjadikan Terusan Suez sangat penting bagi dunia dan Mesir, khususnya sebagai jalur perairan yang strategis.

Bisa dikatakan Terusan Suez merupakan jalur cepat penghubung Eropa dan Asia. Secara tidak langsung, rute ini juga membuat penggunanya lebih menghemat jarak, waktu, konsumsi bahan bakar, serta biaya operasi kapal.

Melansir dari Bloomberg, diperkirakan 12 persen perdagangan dunia, seperti minyak mentah dan biji-bijian, melewati Terusan Suez tiap tahunnya. Jika jalur air buatan ini tidak ada, kapal perdagangan internasional diharuskan menempuh perjalanan sejauh 6.000 mil atau sekitar 9.656 kilometer karena harus melewati Tanjung Harapan di Afrika.

Maka bisa disimpulkan jika ada dua hal yang menyebabkan Terusan Suez sangat strategis, yakni:

  1. Rute terpendek antara Eropa dan Asia
    Adanya Terusan Suez membuat kapal pedagang dari Eropa ke Asia memiliki jarak tempuh yang lebih singkat, dibanding jalur perairan biasanya karena harus melewati Tanjung Harapan di Afrika. Sehingga jalur perairan Terusan Suez dapat menghemat waktu jarak tempuh, dan juga biaya lainnya.
  2. Posisi Terusan Suez yang menghubungkan Laut Mediterania hingga ke Kota Suez
    Posisi jalur air buatan ini tergolong strategis, karena menghubungkan Laut Mediterania dan Kota Suez. Hal ini memungkinkan kapal berlayar dan berlabuh di kawasan sekitar jalur perairan ini.

Baca juga: Perdagangan Internasional: Pengertian dan Manfaatnya


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.