Pola Pengembangan Paragraf

Kompas.com - 18/01/2021, 16:05 WIB
Ilustrasi teks eksposisi shutterstock.comIlustrasi teks eksposisi

KOMPAS.com - Dalam menyusun tulisan, pola pengembangan paragraf sangatlah penting. Pola pengembangan paragraf berguna untuk membuat tulisan lebih jelas serta lebih runtut.

Mengutip dari Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lampung, pola pengembangan paragraf merupakan cara penulis untuk mengembangkan pola pikiran dalam suatu paragraf.

Pengembangan pola pikiran ini bisa dilakukan dengan mengembangkan kalimat topik ke dalam berbagai kalimat penjelas yang ada dalam paragraf.

Menurut Munirah dalam Buku Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf (2015), pola pengembangan paragraf bisa dilakukan melalui berbagai cara yang telah disesuaikan dengan sifat paragraf tersebut.

Lalu, apa sajakah pola pengembangan paragraf? Berikut penjelasannya:

Pola klimaks serta antiklimaks

Saat akan mengembangkan gagasan dalam paragraf, pola klimaks dan antiklimaks diterapkan dengan menggunakan klimaks sebagai dasarnya.

Artinya gagasan utama akan dijelaskan dengan menggunakan gagasan yang kedudukannya palng rendah hingga gagasan yang kedudukannya paling tinggi.

Baca juga: Jenis Paragraf: Induktif, Deduktif, Deduktif-Induktif, dan Ineratif

Sifat dari paragraf juga sangat berpengaruh pada pola pengembangan dan analisisnya.

Umumnya paragraf yang memiliki sifat deduktif atau induktif lebih mudah dianalis jika dibandingkan dengan paragraf yang bersifat deskriptif dan naratif.

Pola klimaks dan antiklimaks juga dapat diterapkan dengan menggunakan gagasan yang paling tinggi kedudukannya hingga ke gagasan yang paling rendah.

Contohnya adalah membahas perkembangan alat komunikasi. Dimulai dari menggunakan kentongan, hingga alat komunikasi modern yakni menggunakan smartphone.

Pola perbandingan serta pertentangan

Penulis akan memperlihatkan kepada pembaca tentang persamaan serta perbedaan dari orang, objek, serta gagasan tertentu.

Umumnya pola pengembangan paragraf dengan perbandingan serta pertentangan, akan menggunakan kata-kata:

  1. Serupa dengan
  2. (Sama) seperti halnya
  3. Demikian pula
  4. Jika atau bila dibandingkan dengan
  5. Sejalan dengan
  6. Akan tetapi
  7. Sedangkan
  8. Sementara itu

Contohnya adalah cara memakan nasi. Perbandingannya terletak dari cara memakannya, ada yang menggunakan sendok dan ada juga yang menggunakan sumpit. Walau berbeda, namun persamaannya adalah membahas tentang cara memakan nasi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X