Kompas.com - 10/12/2020, 13:21 WIB
Konferensi Potsdam: Presiden AS Harry S. Truman (tengah), diapit oleh Perdana Menteri Soviet Joseph Stalin (kiri) dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill (kanan), dekat Berlin, Jerman, Juli 1945. britannica.comKonferensi Potsdam: Presiden AS Harry S. Truman (tengah), diapit oleh Perdana Menteri Soviet Joseph Stalin (kiri) dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill (kanan), dekat Berlin, Jerman, Juli 1945.

KOMPAS.com - Perang Dunia II berakhir pada pertengahan tahun 1945 dengan kemenangan di pihak Sekutu.

Jerman, Jepang dan Italia sebagai pihak yang kalah, harus menerima seluruh kesepakatan yang diatur dalam perjanjian perdamaian. 

Terdapat beberapa perjanjian damai pasca Perang Dunia II, berikut penjelasannya: 

Perjanjian Postdam

Perjanjian Postdam merupakan kesepakatan antara tiga sekutu besar Amerika Serikat, Uni Soviet dan Inggris untuk menentukan nasib Jerman pasca kekalahannya dalam Perang Dunia II.

Baca juga: Perjanjian Damai Pasca Perang Dunia 1

Perjanjian Postdam berlangsung pada tanggal 17 Juli hingga 2 Agustus 1945 di kota Postdam, Jerman. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam perjanjian Postdam adalah:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  1. Clement Richard Atlee perwakilan Inggris
  2. Joseph Stalin perwakilan Uni Soviet
  3. Harry S Truman perwakilan Amerika Serikat

Dilansir dari Encyclopaedia Britannia (2015), perjanjian Postdam tidak sebatas menentukan nasib Jerman pasca Perang Dunia II, namun juga menentukan upaya rekonstruksi seluruh aspek kehidupan Eropa pasca Perang Dunia II. 

Isi dari perjanjian Postdam, yaitu:

  • Pembagian negara Jerman menjadi dua, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Jerman Barat di bawah kekuasaan Inggris, Perancis dan Amerika Serikat, sedangkan Jerman Timur berada di bawah kekuasaan Uni Sovyet.
  • Pembatasan kekuatan militer Jerman
  • Pengadilan penjahat perang
  • Perbaikan kontrol Sekutu atas Rumania, Bulgaria dan Hungaria
  • Jerman harus mengganti kerugian akibat Perang Dunia II
  • Polandia mendapatkan wilayah Danzig dan Niesse

Baca juga: Dampak Perang Dunia I bagi Indonesia di Berbagai Bidang

Konferensi San Francisco: Halaman penandatangan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang ditandatangani pada Konferensi San Francisco pada 26 Juni 1945.britannica.com Konferensi San Francisco: Halaman penandatangan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang ditandatangani pada Konferensi San Francisco pada 26 Juni 1945.
Perjanjian San Fransisco

Jepang menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri pada 2 September 1945. Setelah itu, Jepang diharuskan menempuh prosedur perdamaian internasional yang nantinya diselenggarakan di San Fransisco.

Perjanjian San Fransisco merupakan perjanjian damai antara Sekutu dan Jepang. Perjanjian ini dilaksanakan pada 8 September 1951. Perjanjian ini ditandatangani oleh 49 negara, termasuk Indonesia.

Dalam buku Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, berikut isi dari perjanjian San Fransisco:

  • Beberapa pulau milik Jepang dijadikan sebagai pangkalan militer Amerika Serikat
  • Pengadilan bagi penjahat perang Jepang
  • Jepang diwajibkan membayar kerugian akibat Perang Dunia II
  • Jepang kehilangan wilayah Korea, Taiwan, Hong Kong dan beberapa pulau kawasan Samudra Pasifik

Baca juga: Dampak Perang Dunia I di Berbagai Bidang

Perjanjian Perdamaian Paris 1947

Perjanjian Perdamaian Paris merupakan perjanjian antara Sekutu, Italia, Romania, Hongaria, Finlandia dan Bulgaria pasca Perang Dunia II. Isi dari perjanjian Perdamaian Paris 1947, yakni:

  • Italia, Rumania, Hongaria, Finlandia dan Bulgaria menjadi negara berdaulat dibawah PBB
  • Wilayah jajahan Italia di kawasan Timur Tengah diambil alih oleh Inggris
  • Italia diharuskan membayar kerugian perang
  • Pengadilan bagi penjahat perang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X