Seni Teater Kontemporer: Pengertian dan Cirinya

Kompas.com - 08/12/2020, 20:00 WIB
Pementasan The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka dengan lakon Sumpah Abimanyu di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Selasa (30/4/2013). The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka menyajikan seni tradisional dalam kemasan baru yang merupakan perpaduan antara wayang orang, wayang kulit, seni musik, seni rupa, dan teater modern.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPementasan The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka dengan lakon Sumpah Abimanyu di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Selasa (30/4/2013). The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka menyajikan seni tradisional dalam kemasan baru yang merupakan perpaduan antara wayang orang, wayang kulit, seni musik, seni rupa, dan teater modern.

KOMPAS.com - Teater kontemporer merupakan salah satu dari jenis seni teater yang mengandung unsur kekinian. 

Pertunjukan seni teater kontemporer merupakan salah satu bagian dari seni teater yang tak banyak muncul dipermukaan.

Dikutip dari jurnal Estetika Struktur dan Estetika Tekstur Pertunjukan Teater Wayang Padang (2015) karya Wisran Hadi, teater kontemporer atau teater modern terkini adalah teater yang banyak mengadakan pencarian-pencarian bentuk yang berbeda dengan teater sebelumnya.

Banyaknya perbandingan, pengalaman dan pengetahuan dalam teater, baik teater tradisi, teater barat ataupun teater Asia. Para teaterawan yang kreatif mencoba mencari dan menggali “jiwa” atau “esensi” teater itu sendiri.

Hampir serupa dengan jalur kedua, namun lebih banyak melakukan pencarian bentuk dan pengungkapannya juga baru sama sekali, sehingga pencapaian kreatifnya semakin tinggi.

Kadang-kadang teater menjadi “asing” dan sulit dimengerti oleh masyarakat banyak. Seperti halnya cabang seni lainnya, teater kontemporer merupakan inovasi dari teater modem yang berkiblat pada teater klasik yang mapan dan dianggap statis.

Pemikiran teater kontemporer berangkat dari permasalahan yang ada pada masyarakat kebanyakan.

Baca juga: Penjelasan dan Sejarah Seni Teater Nusantara 

Tema yang sering muncul adalah tema tentang kepedulian terhadap masalah-masalah yang terjadi pada masyarakat.

Teater kontemporer merupakan konsep aktualisasi diri manusia dan penghargaan atas manusia lebih dari sekedar obyek kehidupan agar dapat kembali berdaya secara kreatif dan lebih cerdas.

Sehingga dari pementasan teater kontemporer diharapkan dapat menjadi alat refleksi dari perkembangan masyarakat yang sedang berlangsung.

Dikutip dari buku Apresiasi Sastra Indonesia (2015) karya Dina Gasong, teater kontemporer Indonesia mengalami perkembangan yang sangat membanggakan.

Sejak munculnya eksponen 70 dalam seni teater, kemungkinan ekspresi artistik di kembangkan gaya khas seniman masing-masing.

Baca juga: Seni Teater: Pengertian, Sejarah, Unsur dan Jenisnya

Ciri teater kontemporer 

Melansir Jacob Sumarjo (1992) dalam buku Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia, teater kontemporer di Indonesia mempunyai ciri sebagai berikut:

  • Bercirikan pada teater puitis yang dinamik, energik, bebas, dan tidak mempunyai bentuk yang baku
  • Unsur humor yang menonjol
  • Masuknya unsur-unsur teater rakyat tradisional etnik
  • Berdasarkan pada pendapat Sapardi Djoko Damono bahwa latar belakang yang diambil kebanyakan adalah kehidupan para kaum gelandangan atau kaum underdog yang diperlakukan sebagai intelektual
  • Bersifat simbolik dari keseluruhan pentas
  • Dominasi sutradara yang paling menonjol dan bukan aktor


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X