Kompas.com - 25/11/2020, 22:10 WIB
Ilustrasi cara mengembangkan cerita rakyat menjadi cerpen. KOMPAS.com/ARUM SUTRISNI PUTRIIlustrasi cara mengembangkan cerita rakyat menjadi cerpen.

KOMPAS.comCerita rakyat adalah tradisi kesusastraan lisan, salah satunya yaitu hikayat. Berikut ini cara mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen (cerita pendek):

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita rakyat adalah cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara lisan.

Mengutip Folklore Indonesia (1984) karya James Danandjaja, cerita rakyat didefinisikan sebagai kesusastraan dari rakyat, yang penyebarannya pada umumnya melalui tutur kata atau lisan.

Cerita rakyat sendiri berkembang dengan cara yang berbeda dari sastra yang dikembangkan orang-orang di lingkaran kerajaan.

Baca juga: Hikayat: Pengertian, Karakteristik, Nilai, Ciri Kebahasaan dan Contoh

 

Zaman dahulu, budaya feodal begitu kuat sehingga akses terhadap bacaan dan kesusastraan hanya dapat diperoleh sebagian orang.

Rakyat memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan hiburan. Mereka menyebarkan cerita secara lisan, baik itu dongeng maupun hikayat.

Pengarang cerita rakyat tidak diketahui, karena kisahnya menyebar dari mulut ke mulut, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Usia cerita rakyat bisa mencapai ratusan bahkan ribuan tahun. Tetapi yang menakjubkan adalah cerita-cerita tersebut masih bertahan sampai sekarang.

Baca juga: Cerpen: Sejarah, Ciri-ciri dan Jenis

Semasa kecil, kita pasti akrab dengan dongeng Si Kancil, Bawang Merah Bawang Putih, Malin Kundang, Timun Mas, dan lainnya.

Cerita-cerita tersebut merupakan cerita rakyat. Cerita yang sama yang didengar oleh nenek moyang kita. Cerita tersebut sederhana namun menyimpan amanat yang mendalam.

Meski dikembangkan secara lisan, bukan berarti cerita rakyat tidak dapat dituangkan dalam bentuk sastra tulis. Kita bisa menuliskan cerita rakyat yang kita dengar dalam bentuk cerpen.

Dikutip dari Menulis Kreatif Sastra (2014) karya Andri Wicaksono, cerpen diartikan sebagai suatu cerita fiksi berbentuk prosa yang singkat dan pendek yang unsur ceritanya terpusat pada suatu peristiwa pokok.

Baca juga: Cara Menulis Cerpen

Tahap mengembangkan cerita rakyat menjadi cerpen dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Pilih satu cerita rakyat yang paling kamu ingat atau paling kamu suka.
  • Pilah mana saja konflik yang paling menonjol dari cerita rakyat yang kamu tahu. Sebisa mungkin, konflik tersebut adalah bagian yang paling mewakili amanat cerita rakyat. Tentukan satu konflik yang akan membangun alur cerita yang akan kamu tulis.
  • Kurasi tokoh-tokoh yang terlibat. Usahakan keterlibatan tokoh yang ditampilkan dalam cerpen memiliki peran besar dalam perkembangan cerita. Karena kita tidak sedang membuat novel, maka tokoh dan penokohan tidak perlu terlalu kompleks.
  • Ubah alur cerita rakyat yang kompleks menjadi alur tunggal. Alur tunggal dapat dibangun dari konflik utama yang kamu pilih sebelumnya.
  • Narasikan alur tersebut, dan mulailah menulis sebuah cerpen.
  • Pertahankan nilai-nilai yang berusaha diusung dalam amanat cerita rakyat.
  • Gunakan bahasa Indonesia yang efektif dan mudah dimengerti.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.