Kompas.com - 13/11/2020, 19:17 WIB
Nur Fadli saat bersama dengan para pelajar SDN Bintoro V yang dirintisnya di daerah pinggiran Jember Kompas.com/istimewaNur Fadli saat bersama dengan para pelajar SDN Bintoro V yang dirintisnya di daerah pinggiran Jember
Daftar Isi
Buka

    KOMPAS.com - Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia, anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

    Berikut contoh teks anekdot tentang pendidikan:

    Contoh I

    Hari ini kelas daring mata pelajaran Bahasa Indonesia dimulai pukul 09.00. Dila bersiap di depan laptop. Buku dan alat tulis juga sudah siap. Kelas pun dimulai.

    Guru: “Selamat pagi semua.”

    Murid-murid membalas bersahut-sahutan. Sedikit wajah mereka yang jelas di layar. Sebagian besar hanya mengaktifkan suara tanpa video. Sebagian lagi kualitas gambarnya jelek karena keterbatasan gawai. Namun, Dila merasa kelas hari ini lebih ramai dari hari-hari biasanya. Syukurlah teman-teman masih bersemangat untuk sekolah.

    Guru: “Hari ini kita akan lanjutkan pembahasan minggu lalu. Sebelumnya, Ibu akan bahas tugas yang sudah kalian kumpulkan. Tugas ini penting karena akan masuk dalam penilaian semester.”

    Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
    Daftarkan email

    Dila gugup. Dia tidak tahu kalau ada tugas. Ia membolak-balik buku catatan, tetapi tidak ada coretan atau pengingat bahwa ada tugas Bahasa Indonesia. Dila tidak mengerjakan. Ia perlu mengaku, siapa tahu Bu Guru memaafkan dan memberi keringanan.

    Baca juga: Teks Anekdot: Pengertian, Struktur, Ciri-ciri, dan Kaidahnya

    Dila: “Permisi, Bu. Maaf sebelumnya sepertinya saya lupa mencatat, jadi tidak tahu kalau ada tugas.”
    Guru: “Kok bisa? Saya sudah dengan jelas beri tahu kalau ada tugas. Kalian juga sudah saya beri tahu lewat Whatsapp. Begitu masih saja lupa. Siapa ini tadi yang belum mengerjakan?”
    Dila: “Saya, Bu. Nama saya Dila.”
    Guru: “Dila siapa?”
    Dila: “Dila Suciwati, absen 9.”
    Guru: “Saya tidak punya murid bernama Dila.”
    Dila: “Bu Indri kok jahat begitu. Saya muridmu, Bu.”
    Guru: “Loh, sejak kapan nama saya jadi Indri.”
    Dila: “Loh, sebentar. Ini betul SMA Sukareja, Indramayu kan Bu?”
    Guru: “BUKAN! Ini SMA Wangun Lor, Kediri!”

    Halaman:

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.