Raja-Raja yang Berkorban demi Bangsa

Kompas.com - 24/10/2020, 14:30 WIB
Raja Kerajaan Belanda Willem Alexander saat bertukar cinderamata dengan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMARaja Kerajaan Belanda Willem Alexander saat bertukar cinderamata dengan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X.

KOMPAS.com - Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya mendapat dukungan dari rakyat, namun juga dari pihak kerajaan-kerajaan besar Nusantara.

Bentuk dukungan yang diberikan kerajaan Nusantara kepada Republik Indonesia sangat beragam, mulai dari segi materiil hingga imateriil.

Berikut merupakan kerajaan-kerajaan yang mendukung kemerdekaan Republik Indonesia:

Kesultanan Yogyakarta

Dukungan Kesultanan Yogyakarta terhadap kemerdekaan Republik Indonesia dapat kita lihat dari tindakan Sultan Hamengkubuwono IX sebagai raja Kesultanan Yogyakarta.

Baca juga: Perlawanan Bali Terhadap Belanda

Dilansir dari buku Hamengkubuwono IX: Inspiring Prophetic Leader (2013) karya Pami Hadi dan Nasyith Majidi, Hamengkubuwono IX mengirim telegram kepada Soekarno dan Hatta yang berisi ucapan selamat atas terpilihnya mereka sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

Selain itu, Hamengkubuwono IX juga mengadakan pidato 19 Agustus 1945 di bangsal Kepatihan yang berisi, sebagai berikut:

  • Kesultanan Yogyakarta merupakan bagian dari Republik Indonesia yang bersifat kerajaan dengan sistem pemerintahan daerah istimewa.
  • Seluruh kekuasaan dan urusan dalam negeri Kesultanan Yogyakarta berada di tangan Hamengkubuwono IX.
  • Hubungan antara Kesultanan Yogyakarta dan Pemerintah Indonesia bersifat langsung dan Sultan Yogyakarta bertanggung jawab kepada RI.

Selain dukungan dalam bentuk pengakuan, Kesultanan Yogyakarta juga memberikan dukungan berbentuk materiil. Kesultanan Yogyakarta pernah merelakan wilayahnya untuk menjadi Ibu Kota Republik Indonesia pada 1946.

Baca juga: Perlawanan Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi Terhadap VOC

Pemindahan ibu kota didasarkan pada situasi yang tidak aman akibat dari Agresi Militer Belanda I.

Pada masa Agresi Militer Belanda II, Kesultanan Yogyakarta juga mendukung operasi militer gerilya yang dilakukan oleh pasukan Republik Indonesia dengan bantuan logistik, persenjataan dan tentara.

Istana Siak Sri Inderapura merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang dibangun pada tahun 1889 oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaiffudin. Keberadaan istana di Kabupaten Siak, Riau ini menarik perhatian wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Foto diambil Kamis (2/2/2017).KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA Istana Siak Sri Inderapura merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang dibangun pada tahun 1889 oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaiffudin. Keberadaan istana di Kabupaten Siak, Riau ini menarik perhatian wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Foto diambil Kamis (2/2/2017).
Kesultanan Siak Indrapura

Dikutip dari buku Kisah Perjuangan Pahlawan Indonesia (2010) karya Lia Nuralia, dukungan terhadap kemerdekaan Republik Indonesia juga dilakukan oleh Sultan Syarif Kasim II sebagai raja Kesultanan Siak Indrapura.

Sultan Syarif Kasim II memberikan dukungan dalam bentuk materiil dan imateriil kepada pemerintah Republik Indonesia. Berikut dukungan Kesultanan Siak Indrapura:

  • Memberikan pernyataan bahwa Kesultanan Siak Indrapura merupakan bagian dari NKRI.
  • Memberikan bantuan berupa uang senilai 13 juta gulden atau sekitar 1,4 Trilliun kepada pemerintah Republik Indonesia.
  • Membentuk Komite Nasional Indonesia di Siak
  • Membentuk Tentara Keamanan Rakyat dan Barisan Pemuda Republik
  • Menyerahkan 30% hartanya kepada presiden Soekarno untuk menghadapi Agresi Militer Belanda di Yogyakarta

Baca juga: Perlawanan Etnis Tionghoa terhadap VOC


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X