Perlawanan Bali Terhadap Belanda

Kompas.com - 21/10/2020, 15:29 WIB
Ilustrasi pasukan Belanda menyerang Bali www.delpher.nlIlustrasi pasukan Belanda menyerang Bali

KOMPAS.com - Pendudukan Belanda di Nusantara identik dengan kesewenangannya dalam mengusik adat dan peraturan daerah.

Hal tersebut juga terjadi di Bali, Hak Tawan Karang yang telah berlaku sebelum Belanda datang diusik eksistensinya oleh Belanda.

Hak Tawan Karang adalah tradisi Bali yang menyebutkan bahwa kapal beserta isinya yang karam dan terdampar di pesisir Bali adalah hak milik raja setempat.

Latar belakang perlawanan

Pemerintah kolonial Belanda menganggap tradisi Hak Tawan Karang tidak dapat diterima dan mengajukan untuk menghapus Hak Tawan Karang.

Atas bujukan Belanda, raja-raja di Bali dapat menerima perjanjian untuk menghapus Hukum Tawan Karang. Namun, sampai tahun 1844 Raja Buleleng dan Karangasem masih menolak penghapusan tersebut dan masih menerapkan Hak Tawan Karang.

Baca juga: Perang Pattimura Melawan Belanda

Dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (1981) karya M.C Ricklefs, latar belakang perlawanan rakyat Bali terhadap Belanda adalah :

Dipaksakannya penghapusan Hak Tawan Karang kepada kerajaan-kerajaan di Bali.
Kerajaan Buleleng tidak terima atas tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh Belanda karena 2 kapal Belanda yang karam di perairan Bali diakuisisi oleh Kerajaan Buleleng.

Jalannya perlawanan

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia jilid IV (1975) karya Sartono Kartodirdjo dkk, disebutkan bahwa Belanda datang untuk menyerang Bali pada pertengahan 1846.

Armada Belanda terdiri dari 1.700 prajurit gabungan dari Batavia dan Surabaya dan dipimpin oleh komandan tertinggi Van Den Bosch.

Selama 2 hari, pasukan dari kerajaan Buleleng, Karangasem dan Kalungkung bertempur mati-matian mempertahankan kedaulatan Bali. Namun, karena persenjataan Belanda yg lebih lengkap dan modern, maka para pejuang mengalami kekalahan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal UAS Kimia: Reaksi redoks

Soal UAS Kimia: Reaksi redoks

Skola
Soal UAS Kimia: Sel Elektrolisis

Soal UAS Kimia: Sel Elektrolisis

Skola
Soal UAS Kimia: Sel Volta

Soal UAS Kimia: Sel Volta

Skola
Teknik Base Running dalam Permainan Kasti

Teknik Base Running dalam Permainan Kasti

Skola
Teknik Menangkap Bola dalam Permainan Kasti

Teknik Menangkap Bola dalam Permainan Kasti

Skola
Teknik Melempar Bola dalam Permainan Kasti

Teknik Melempar Bola dalam Permainan Kasti

Skola
Teknik Pukulan dalam Permainan Kasti

Teknik Pukulan dalam Permainan Kasti

Skola
Fungsi Sosial Seni Musik

Fungsi Sosial Seni Musik

Skola
Teknik Memegang Bola dalam Permainan Baseball

Teknik Memegang Bola dalam Permainan Baseball

Skola
Peradaban Akkadia: Sistem Pemerintahan dan Kebudayaan

Peradaban Akkadia: Sistem Pemerintahan dan Kebudayaan

Skola
Peristiwa Pengepungan Baghdad (1258)

Peristiwa Pengepungan Baghdad (1258)

Skola
Perbedaan Baseball dengan Softball

Perbedaan Baseball dengan Softball

Skola
Teknik Dasar Permainan Kasti

Teknik Dasar Permainan Kasti

Skola
Sejarah Perang Salib IV (1218-1291)

Sejarah Perang Salib IV (1218-1291)

Skola
Hal yang Harus Dihindari dan Diutamakan dalam Permainan Bulu Tangkis

Hal yang Harus Dihindari dan Diutamakan dalam Permainan Bulu Tangkis

Skola
komentar
Close Ads X