Penguatan Jati Diri Kebangsaan Indonesia

Kompas.com - 24/10/2020, 13:44 WIB
kongres pemuda 1 tahun 1926 Kemendikbudkongres pemuda 1 tahun 1926

KOMPAS.com - Persamaan nasib dan penanggungan yang dialami pada masa kolonialisme bangsa Barat menjadi faktor yang tidak bisa terpisahkan dari kelahiran jati diri kebangsaan Indonesia.

Konsep revolusi dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Soviet dan Perancis juga turut memberikan pengaruh dalam kelahiran kebangsaan Indonesia.

Revolusi-revolusi tersebut menyadarkan kaum bumiputra Indonesia akan pentingnya organisasi dan politik untuk mencapai kemerdekaan.

Pemuda Indonesia berpolitik

Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, titik puncak penguatan jati diri kebangsaan Indonesia terjadi pada awal abad ke-20 Masehi melalui gerakan-gerakan kebangsaan yang dicetuskan oleh kaum pemuda dan golongan terpelajar.

Kaum pemuda pada sekitar tahun 1931 mendirikan organisasi bernama Indonesia Muda. Organisasi ini merupakan gabungan dari organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond dan Pemuda Indonesia.

Baca juga: Peran Pers dalam Perjuangan Pergerakan Nasional

Pada awalnya, organisasi Indonesia Muda dilarang terlibat dalam politik. Hal tersebut mendorong anggota Indonesia Muda untuk mendirikan perkumpulan lain yang menginduk pada organisasi politik yang ada di Indonesia masa itu seperti Suluh Pemuda, Pemuda Muhammadiyah, Anshor NU, PERPRI dan lainnya.

Dengan bergabungnya pemuda ke dalam organisasi politik, para pemuda mampu melakukan kegiatan politik dan menumbuhkan semangat nasionalisme sesuai dengan dinamika partai induknya.

Gerakan politik perempuan Indonesia

Dalam buku Perempuan Indonesia: Gerakan dan Pencapaian (2008) karya Cora Vreede-de Stuers, disebutkan bahwa organisasi perempuan turut meramaikan penguatan jati diri kebangsaan Indonesia.

Pada 1912, terbentuklah organisasi Putri Mardika yang merupakan organisasi perempuan pertama di Indonesia. Organisasi perempuan di Indonesia memiliki tujuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan bumiputra dalam hal kesejahteraan ekonomi dan pendidikan.

Aktivitas utama dari organisasi ini adalah memberikan beasiswa serta pengajaran melalui majalah wanita Putri Mardika. Pasca 1912, perkembangan gerakan politik perempuan Indonesia semakin berkembang.

Baca juga: Pergerakan Nasional: Dampak dari Politik Etis

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X