Politik Demokrasi Terpimpin: Peta Kekuatan Politik Nasional

Kompas.com - 28/02/2020, 13:00 WIB
Dekrit Presiden 1959. Kemendikbud RIDekrit Presiden 1959.

KOMPAS.com - Demokrasi Terpimpin merupakan pembalikan total dari proses politik yang berjalan pada masa demokrasi parlementer.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, peta kekuatan politik nasional era Demokrasi Terpimpin mengalami pasang surut.

Antara tahun 1960-1965, kekuatan politik terpusat di tangan Presiden Soekarno yang memegang seluruh kekuasaan negara.

Presiden Soekarno didampingi Angkatan Darat dan PKI di sampingnya.

Presiden Soekarno selalu mengungkapkan bahwa revolusi Indonesia memiliki lima gagasan penting yang terangkum dalam Manisfeesto Politik, yaitu:

  1. Undang-Undang Dasar 1945
  2. Sosialisme Indonesia
  3. Demokrasi Terpimpin
  4. Ekonomi Terpimpin
  5. Kepribadian Indonesia

Sejak tahun 1961, Manifesto Politik menjadi salah satu ilmu yang harus dipelajari dalam dunia pendidikan.

Beberapa surat kabar yang pro Masyumi dan PSI menolak ide tersebut, sehingga dilarang terbit oleh pemerintah.

Baca juga: Demokrasi Terpimpin (1957-1965): Pengertian dan Ciri-ciri

Partai politik

Partai politik pada era Demokrasi Terpimpin dibatasi oleh pemerintah.

Pemerintah menerapkan penetapan Presiden No 7 tahun 1959 tentang syarat-syarat penyederhanaan partai. berikut isinya:

  1. Menerima dan membela konstitusi 1945 dan Pancasila
  2. Menggunakan cara-cara damai dan demokrasi untuk mewujudkan cita-cita politiknya.
  3. Partai politik setidaknya memiliki cabang diseperempat wilayah Indonesia.
  4. Presiden berhak menyelidiki administrasi dan keuangan partai.
  5. Presiden berhak membubarkan partai yang terindikasi berusaha merongrong politik pemerintah dan mendukung pemberontakan.

Hingga 1961, pemerintah hanya mengakui sembilan partai politik yaitu PKI, Partai Murba, Partai Katolik, PSII, PNI, NU, IPKI, Perti dan Partindo.

Halaman:

Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tabel Perbedaan Waktu di Indonesia dengan Negara Lainnya

Tabel Perbedaan Waktu di Indonesia dengan Negara Lainnya

Skola
Tari Rangguk, Mencerminkan Sifat Kebersamaan Masyarakat Jambi

Tari Rangguk, Mencerminkan Sifat Kebersamaan Masyarakat Jambi

Skola
Berapa Lama Masa Hidup Nyamuk?

Berapa Lama Masa Hidup Nyamuk?

Skola
Peran Pancasila dalam Keberagaman Bangsa

Peran Pancasila dalam Keberagaman Bangsa

Skola
Arti Penting Melaksanakan Sikap Toleransi

Arti Penting Melaksanakan Sikap Toleransi

Skola
Contoh Pelaksanaan Toleransi

Contoh Pelaksanaan Toleransi

Skola
Contoh Penerapan Nilai-nilai Luhur Pancasila Gotong-Royong

Contoh Penerapan Nilai-nilai Luhur Pancasila Gotong-Royong

Skola
Cara Menghitung Volume Kerucut

Cara Menghitung Volume Kerucut

Skola
Tari Yapong, Tarian Tradisional DKI Jakarta

Tari Yapong, Tarian Tradisional DKI Jakarta

Skola
Cara Menghitung Volume Tabung

Cara Menghitung Volume Tabung

Skola
Cara Menghitung Keliling Trapesium

Cara Menghitung Keliling Trapesium

Skola
Keragaman Aktivitas Ekonomi di Indonesia

Keragaman Aktivitas Ekonomi di Indonesia

Skola
Tari Andun, Tarian Pesta Perkawinan di Bengkulu

Tari Andun, Tarian Pesta Perkawinan di Bengkulu

Skola
Jenis Nyamuk Penghisap Darah Manusia

Jenis Nyamuk Penghisap Darah Manusia

Skola
Penyebab Terjadinya Perlawanan Terhadap Bangsa Portugis

Penyebab Terjadinya Perlawanan Terhadap Bangsa Portugis

Skola
komentar
Close Ads X