Kompas.com - 13/08/2022, 19:02 WIB


KOMPAS.com- Tyrannosaurus rex adalah dinosaurus karnivora yang terkenal memiliki gigitan yang luar biasa kuat, sehingga mampu melumpuhkan dan menghancurkan tulang mangsanya. Evolusi T-rex, terutama pada matanya, ternyata menjadi rahasia dibalik kekuatan gigitannya.

Untuk mendapatkan gigitan yang begitu kuat itu, T-rex rupanya harus rela melakukan pertukaran evolusioner, yakni puas hanya memiliki mata yang kecil.

Berdasarkan analisis terhadap 410 fosil spesimen reptil dari periode Mesozoikum (252 hingga 66 juta tahun yang lalu) peneliti menyimpulkan bahwa T-rex dan pemakan daging sejenis lainnya berevolusi dengan mata yang lebih kecil dari waktu ke waktu.

Mata yang kecil ini kemungkinan untuk mengimbangi gigitan T-rex dan pemakan daging sejenis lainnya, supaya lebih kuat.

Secara khusus, karnivora dengan tengkorak yang lebih panjang dari 1 meter cenderung memiliki rongga mata yang memanjang seperti lubang kunci saat dewasa. Sementara herbivora dari segala usia memiliki rongga mata melingkar.

"Ini masuk akal. Saat predator tumbuh lebih besar, mereka akan beralih ke mangsa yang lebih besar sehingga membutuhkan kekuatan gigitan yang lebih besar untuk mengatasinya," ungkap Stig Walsh, kurator senior paleobiologi vertebrata di Museum Nasional Skotlandia yang tak terlibat dalam penelitian ini.

Baca juga: Studi Terbaru Klaim T-rex Terdiri dari Tiga Spesies yang Berbeda

Sementara itu, dikutip dari Live Science, Jumat (12/3/2022) studi baru tentang evolusi mata T-rex ini mendukung gagasan bahwa otak dan organ sensorik seperti mata harus beradaptasi untuk mengakomodasi strategi makan hewan.

Dalam kasus ini, startegi makan berpusat di sekitar gigitan T-rex ini yang menghancurkan tulang. 

Untuk menganalisisnya, penulis studi Stephen Lautenschlager, ahli paleontologi vertebrata di University of Birmingham di Inggris menjelajahi literatur. Itu dilakukan untuk menemukan deskripsi tengkorak dinosaurus dan reptil yang berasal dari Mesozoikum.

Dari situ, ia memilih ratusan tengkorak dengan rongga mata yang terpelihara dengan baik serta beberapa tengkorak tidak lengkap yang rongga matanya dapat direkonstruksi.

Setelah membandingkan semua tengkorak, Lautenschlager melihat beberapa pola. Sebagian besar makhluk, terutama herbivora memiliki rongga mata melingkar.

Sementara pada karnivora berkepala besar memiliki rongga berbentuk oval dan lubang kunci. Hal itu pun terjadi pada T-rex.

Untuk memahami bagaimana evolusi bentuk rongga mata T-rex ini dapat mempengaruhi kemampuan dinosaurus karnivora tersebut untuk mengunyah tulang, Lautenschlager merancang tiga model komputer.

Baca juga: Gigitan T-Rex Muda Tak Segarang Waktu Dewasa, Ini Buktinya

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.