Kompas.com - 21/03/2022, 17:01 WIB


KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, penentuan hilal awal Ramadhan 1443 Hijriah akan dilaksanakan pada 1 April 2022.

Ramadhan adalah bulan kesembilan dari total 12 bulan menurut kalender Qomariyah (Hijriah) yang berdasarkan peredaran Bulan mengelilingi Bumi dan Bulan bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari.

Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono, ST, Dipl.Seis,MSc mengatakan, BMKG telah mempersiapkan diri dengan informasi data-data hilal dan rencana pengamatan (rukyat) hilal di seluruh Indonesia dan bekerja sama dengan Kementerian Agama, ormas-ormas Islam dan berbagai elemen masyarakat.

"Mengingat perubahan posisi kedua benda langit ini dapat diprediksi, BMKG menginformasikan posisi keduanya sebelum terjadi, berdasarkan hisab (perhitungan)," kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/3/2022).

Untuk mengetahui keakuratan prediksi (hisab), BMKG melaksanakan pengamatan atau observasi (rukyat) hilal awal bulan Qamariah (Hijriah) setiap awal bulan Qomariyah (minimal 12 kali dalam satu tahun) dengan mekanisme pengamatan adalah memanfaatkan atau menggunakan teleskop dan teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi.

Baca juga: Awal Ramadhan Selasa 13 April 2021, Bagaimana Ahli Tentukan Posisi Hilal?

"Saat pengamatan (awal Ramadhan 2022) dilaksanakan, kecerlangan cahaya Hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi Bulan di ufuk Barat," jelasnya.

Rencana pengamatan hilal Ramadhan

Dalam rangka penentuan awal Ramadhan 1443 Hijriah (2022 M), BMKG akan melaksanakan rukyat hilal pada hari Jumat, 1 April 2021 oleh 34 tim yang tersebar di Indonesia.

Antara lain seperti di Banda Aceh, Tapanuli Tengah (2 lokasi: Pantai Binasi dan Pantai Sindeas), Pariaman, Bengkulu, Tanjung Pinang, Batam (2 tim), Anyer, Tangerang, Jakarta, Pelabuhan Ratu (2 tim), Tegal, Kebumen, Yogyakarta, Malang, Badung, Mataram, Kupang, Waingapu, Alor, Balikpapan, Makassar (2 tim), Donggala, Manado, Kolaka, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Biak, dan Merauke.

Potensi data perhitungan hisab hilal

BMKG juga mengungkapkan potensi data perhitungan hisab hilal awal Ramadhan 1443 Hijriah.

Ada beberapa indikasi data perhitungan hisab hilal yang menjadi acuan lembaga penentu awal Ramadhan dalam memutuskan kapan 1 Ramadhan 1443 Hijriah dimulai.

Baca juga: Mengenal Hilal, Penentu Awal Bulan Ramadhan dan Sabda Nabi SAW

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perseverance Mars NASA Bidik Puing-puing Pendaratannya, Seperti Apa?

Perseverance Mars NASA Bidik Puing-puing Pendaratannya, Seperti Apa?

Fenomena
Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru Alami Trauma, Ini Kata Psikolog

Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru Alami Trauma, Ini Kata Psikolog

Fenomena
[POPULER SAINS] Peringatan Dini Cuaca Esktrem 9-10 Agustus | Dampak Bibit Siklon Tropis 97W | Vaksin Khusus Omicron BioNTech

[POPULER SAINS] Peringatan Dini Cuaca Esktrem 9-10 Agustus | Dampak Bibit Siklon Tropis 97W | Vaksin Khusus Omicron BioNTech

Oh Begitu
Gempa Laut Banda Semalam Berkekuatan M 5,9 Disebabkan Aktivitas Subduksi

Gempa Laut Banda Semalam Berkekuatan M 5,9 Disebabkan Aktivitas Subduksi

Fenomena
Supermoon Terakhir Tahun 2022, Catat Waktu Menyaksikan Sturgeon Moon!

Supermoon Terakhir Tahun 2022, Catat Waktu Menyaksikan Sturgeon Moon!

Fenomena
Supermoon Terakhir Tahun 2022, Kapan Puncak Fenomena Sturgeon Moon Ini?

Supermoon Terakhir Tahun 2022, Kapan Puncak Fenomena Sturgeon Moon Ini?

Fenomena
Kasus Positif Covid-19 pada Anak Sekolah Meningkat, Ini Saran Epidemiolog

Kasus Positif Covid-19 pada Anak Sekolah Meningkat, Ini Saran Epidemiolog

Kita
Merokok Bisa Tingkatkan Prevalensi Stunting di Indonesia

Merokok Bisa Tingkatkan Prevalensi Stunting di Indonesia

Oh Begitu
Berpotensi Tinggi Menjadi Siklon Tropis, Ini Dampak Bibit Siklon 97W bagi Indonesia

Berpotensi Tinggi Menjadi Siklon Tropis, Ini Dampak Bibit Siklon 97W bagi Indonesia

Oh Begitu
Muncul Subvarian Baru Omicron BA.4.6, Ini Penjelasan Epidemiolog

Muncul Subvarian Baru Omicron BA.4.6, Ini Penjelasan Epidemiolog

Oh Begitu
3 Fakta Rebound Covid-19, Kondisi yang Sempat Dialami Presiden AS Joe Biden

3 Fakta Rebound Covid-19, Kondisi yang Sempat Dialami Presiden AS Joe Biden

Oh Begitu
Vaksin Khusus Omicron BioNTech Diharapkan Dikirim Setelah Oktober

Vaksin Khusus Omicron BioNTech Diharapkan Dikirim Setelah Oktober

Oh Begitu
Penyakit Kanker di Indonesia Meningkat, Ini Strategi Kemenkes Mengatasinya

Penyakit Kanker di Indonesia Meningkat, Ini Strategi Kemenkes Mengatasinya

Oh Begitu
Ahli Ungkap Kehidupan Kelas Menengah di Pompeii Sebelum Hancur

Ahli Ungkap Kehidupan Kelas Menengah di Pompeii Sebelum Hancur

Oh Begitu
Dampak Polusi Udara bagi Anak-Anak

Dampak Polusi Udara bagi Anak-Anak

Kita
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.