Penambahan Angka Kasus Positif Covid-19 Tinggi, RS Diutamakan untuk Pasien Gejala Sedang hingga Kritis

Kompas.com - 07/02/2022, 12:05 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan penambahan 36.057 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, pada Minggu (6/2/2022).

Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia sejak pertama kali ditemukan pada awal Maret 2020 lalu mencapai 4.516.480. Sementara, pasien sembuh 4.183.027, serta 144.554 kasus kematian.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid, memperingatkan adanya kemungkinan kenaikan kasus infeksi virus corona yang tinggi dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Oleh karena itu, dia meminta agar rumah sakit sebaiknya digunakan oleh pasien yang benar-benar membutuhkan, yaitu mereka yang memiliki gejala sedang hingga kritis.

Baca juga: Siapkah Rumah Sakit Kita jika Muncul Gelombang Ketiga Covid-19?

“Kami berharap masyarakat dapat benar-benar waspada dan mengetahui kondisi ini dengan baik, bahwa penularan dari varian Omicron ini lebih cepat daripada variant of concern Covid-19 yang lain, namun kasus kesakitan maupun kematian akibat varian ini rendah," papar Nadia dalam keterangan resminya, Minggu (6/2/2022).

"Sehingga rumah sakit sebaiknya digunakan oleh pasien yang benar-benar membutuhkan, yaitu mereka yang memiliki gejala sedang hingga kritis,” sambung dia.

Kendati demikian, Kemenkes menyebut keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit secara nasional masih rendah, yakni 23,35 persen dari 81.235 kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tersedia.

"Per hari ini (6/2) pukul 13.00, secara nasional, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit berjumlah 18.966," jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg Widyawati, MKM.

Hingga saat ini, katanya, data yang dimiliki Kemenkes menunjukkan bahwa angka konfirmasi harian Covid-19 terus bertambah. Akan tetapi, jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit relatif lebih sedikit.

Begitu pula dengan kondisi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, cenderung menunjukan gejala ringan, atau tanpa gejala.

Selain itu, durasi rawat inap di rumah sakit pun lebih singkat dibandingkan dengan kasus varian lainnya.

“Penambahan angka konfirmasi harian memang cenderung tinggi. Namun masyarakat tidak perlu terpaku pada jumlah tersebut dan jangan panik, karena sebagian besar gejala yang ditunjukkan oleh pasien adalah gejala ringan atau tidak bergejala sama sekali," terangnya.

Baca juga: 4 Kriteria Sembuh untuk Pasien Omicron

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.