Kompas.com - 21/01/2022, 20:35 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar terlihat dari Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kabupaten Sleman, Kamis (23/12/2021). Menurut data BPPTKG periode pengamatan Senin (3/1) pukul 00:24 WIB dan Selasa (4/1) pukul 00:00-06:00 WIB secara visual Gunung Merapi teramati 32 kali mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 m ke arah barat daya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar terlihat dari Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kabupaten Sleman, Kamis (23/12/2021). Menurut data BPPTKG periode pengamatan Senin (3/1) pukul 00:24 WIB dan Selasa (4/1) pukul 00:00-06:00 WIB secara visual Gunung Merapi teramati 32 kali mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 m ke arah barat daya.


KOMPAS.com- Gunung Merapi kembali semburkan awan panas guguran, sore ini pukul 17.05 WIB, Jumat (21/1/2022).

Semburan atau gempa awan panas ini terpantau dalam rekaman video di Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, dengan amplitudo 30 mm dan lama gempa 323 detik.

Berdasarkan keterangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hari ini telah tercatat 42 kali gempa guguran amplitudo 3-42 mm dan lama gempa antara 21,4- 163,8 detik.

Selain itu, terpantau pula adanya 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-8 mm, dan lama gempa sekitar 16,4-22 detik.

Sementara, gempa Hybrid atau fase banyak terjadi 1 kali gempa dengan amplitudo 7 mm, S-P 0,6 detik dan lama gempa 9,2 detik.

Baca juga: Setahun Erupsi Efusif Gunung Merapi, Ini Peta Bahaya Luncuran Awan Panas Guguran

 

Adapun, pengamatan visual Gunung Merapi saat ini tertutup kabui 0-1. Asap kawah tidak teramati. Cuaca pun berawan hingga hujan, dengan kondisi angin lemah hingga sedang ke arah timur.

Serta, suhu udara sekitar Gunung Merapi yakni 16-22 derajat Celsius. Kelembapan 80-99 persen, tekanan udara 626-718 mmHg, dan intensitas curah hujan 20 mm per hari.

Sejak 5 November 2020, status Gunung Merapi sudah berstatus Siaga, dan levelnya adalah Siaga III. 

Untuk diketahui, status siaga diberikan kepada gunung berapi yang mengalami peningkatan kegiatan seismik secara intensif, adanya perubahan secara visual atau aktivitas kawah.

Pada level ini, seperti pada level Gunung Merapi saat ini, perubahan gunung berapi cenderung diikuti letusan.

Baca juga: Lontaran Lava Pijar Gunung Merapi Capai Batas Vegetasi, Ini Rekomendasi BPPTKG

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.