Kompas.com - 24/12/2021, 20:15 WIB

KOMPAS.com - Dalam penelitian terbaru, dua dosis dan booster vaksin Covid-19 Sinovac dan Sinopharm tidak menghasilkan tingkat antibodi penetral yang cukup untuk melindungi diri dari varian Omicron.

Penelitian tentang SinoVac ini didapatkan berdasarkan hasil studi laboratorium dari University of Hong Kong dan The Chinese University of Hong Kong.

Seperti dikutip dari Straitstimes, Kamis (23/12/2021), hasil studi itu menunjukkan, bagi mereka yang diimunisasi lengkap dengan vaksin CoronaVac produksi Sinovac Biotech China dan mendapatkan suntikan booster dari BioNtech SE Jerman, secara signifikan rendah dalam meningkatkan tingkat perlindungan antibodi terhadap Omicron.

Baca juga: Kabar Baik, Vaksin Booster 85 Persen Efektif Cegah Sakit Parah akibat Omicron

Dua dosis suntikan BioNTech, yang dikenal sebagai vaksin Cominarty, juga tidak cukup, meski menambahkan booster dengan vaksin mRNA yang lebih kuat bisa meningkatkan perlindungan ke tingkat yang memadai.

Hal serupa juga terjadi pada vaksin Sinopharm China. Booster atau suntikan penguat vaksin Covid-19 Sinopharm memiliki aktivitas penetralan yang secara signifikan rendah atau lemah terhadap varian Omicron.

Hasil ini didapatkan dari studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Shanghai Jiao Tong University dan laboratorium berbasis di Shanghai, ketika mereka berusaha membandingkan aktivitas vaksin booster Sinopharm terhadap jenis virus corona pertama dari Wuhan.

Melansir Reuters, Senin (20/12/2021),  aktivitas antibodi penetral dari booster Sinopharm BBIBP-CorV terhadap varian Omicron menunjukkan 20,1 kali lipat, dibandingkan dengan aktivitas vaksin tersebut terhadap strain Wuhan.

Seperti diketahui, CoronaVac dari Sinovac merupakan jenis vaksin Covid-19 yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Begitu juga vaksin Sinopharm.

Netralisasi antibodi vaksin Sinovac tidak buruk

Dengan begitu, kedua hasil studi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan, apa yang akan terjadi pada masyarakat yang telah mendapatkan kedua jenis vaksin itu?

Terkait hasil dua studi tersebut, ahli biologi molekuler Ahmad Utomo mengatakan agar masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 Sinovac ataupun Sinopharm tidak perlu panik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.