Kompas.com - 03/12/2021, 16:29 WIB
Ilustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Munculnya varian Omicron membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelaku perjalanan internasional harus karantina 7-14 hari. SHUTTERSTOCK/angellodecoIlustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Munculnya varian Omicron membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelaku perjalanan internasional harus karantina 7-14 hari.

KOMPAS.com - Hari ini, Jumat (3/12/2021) Menteri Kesehatan Malaysia mengungkap, telah mendeteksi kasus pertama virus corona varian Omicron pada seorang mahasiswa asing yang dikarantina setelah tiba dari Afrika Selatan dua minggu lalu.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan, bahwa pihak berwenang terlah menguji ulang sampel positif setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan varian Omicron sebagai variant of concern pada 24 November lalu.

“Wanita berusia 19 tahun, yang tidak menunjukkan gejala dan telah divaksinasi itu dinyatakan positif Covid-19 pada saat tiba di Malaysia, melalui Singapura, dan dikarantina selama 10 hari sebelum dibebaskan pada 29 November,” kata Khairy.

Baca juga: 10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

Lima orang lain yang berada dalam satu kendaraan dengannya sebelum karantina, semuanya dinyatakan negatif.

“Mahasiswa asing yang terinfeksi bersama dengan delapan orang kontak erat telah diminta pihak berwenang untuk menjalani pengujian lebih lanjut, setelah sampel tes sebelumnya dikonfirmasi sebagai varian baru,” tambah Khairy.

Sebelumnya, pada Kamis (2/12/2021) kementrian Kesehatan Singapura juga telah mengonfirmasi dua kasus positif yang kemungkinan varian Omicron .

Kedua kasus tiba dari Johannesburg dengan penerbangan Singapore Airlines SQ479 pada hari Rabu.

Kasus pertama adalah penduduk tetap Singapura berusia 44 tahun yang melakukan perjalanan dari Mozambik dan transit di Johannesburg.

Dia telah dites negatif untuk Covid-19 dalam tes pra-keberangkatannya di Mozambik pada 29 November.

Kasus kedua adalah seorang wanita Singapura berusia 41 tahun, yang melakukan perjalanan dari Afrika Selatan.

Dia telah dites negatif untuk Covid-19 dalam tes pra-keberangkatannya di Johannesburg pada 29 November.

“Mereka telah menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) setibanya di Singapura dan langsung dibawa ke fasilitas khusus stay-home notice (SHN) untuk diisolasi sambil menunggu hasil tes mereka,” kata Kementrian Kesehatan.

“Hasil tes PCR mereka mengungkapkan adanya S-gene Target Failure, yang kemungkinan terkait dengan varian Omicron,” tambah kementerian.

Baca juga: Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.