Kompas.com - 30/11/2021, 19:03 WIB
Ilustrasi varian virus corona yang masuk kategori variant of concern (VoC) WHO. Dengan masuknya varian Omicron, artinya ada 5 varian yang masuk VoC. SHUTTERSTOCK/Dana.SIlustrasi varian virus corona yang masuk kategori variant of concern (VoC) WHO. Dengan masuknya varian Omicron, artinya ada 5 varian yang masuk VoC.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 belum berakhir. Virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih terus bermutasi dan semakin beragam keluhan gejala yang diakibatkannya.

Pada awal ditemukan di Wuhan, China akhir tahun 2019 lalu, gejala awal infeksi Covid-19 ini cukup mudah dibedakan. Pertanda keluhan utamanya demam tinggi di atas 37,5 derajat celcius.

Namun seiring berjalannya waktu, virus SARS-CoV-2 mengalami ribuan kali mutasi, dan beberapa di antaranya memunculkan varian baru yang relatif lebih berbahaya, mengakibatkan gejala-gejala yang semakin sulit dibedakan dengan penyakit-penyakit umum lainnya, dan bahkan ada pula varian baru yang memperparah gejala infeksi Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengelompokkan sejumlah varian baru virus corona menjadi dua kelompok yakni, variant of interest (VoI), dan variant of concern (VoC).

Baca juga: 5 Varian yang Masuk Daftar Variant of Concern WHO, Terbaru Omicron

Yang termasuk dalam kategori VoI adalah varian Mu, Eta, Iota, Kappa, dan Lambda.

Sedangkan, varian yang termasuk pada kelompok VoC adalah Delta, Alpha, Beta, Gamma dan yang terbaru adalah Omicron.

Varian Covid-19

Berikut beberapa varian baru Covid-19 yang menjadi konsen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan gejala akibat infeksinya.

1. Varian Alpha

Varian Alpha memiliki kode varian B.1.1.7, di mana kasus pertama kalinya ditemukan di Inggris, September 2020.

Tingkat penularan varian Alfa ini mencapai 43090 persen lebih mudah menular dari virus corona asli sebelumnya.

Infeksi varian Alpha dapat memicu gejala seperti berikut:

  • Demam
  • Batuk dan sakit tenggorokan
  • Kehilangan indera perasa
  • Indera penciuman hilang
  • Sesak napas
  • Sulit berpikir jernih
  • Pusing
  • Malaise
  • Mual
  • Kelelahan dan nyeri otot

2. Varian Beta

Varian Beta memiliki kode varian yaitu B.1.351, dengan kasus pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, pada Mei 2020.

Infeksi varian Beta dapat memicu gejala seperti berikut.

  • Demam
  • Indera penciuman hilang
  • Sakit kepala
  • Batuk terus-menerus
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit perut (gejala khusus)

3. Varian Gamma

Varian Gamma memiliki kode varian P.1, dengan kasus pertama kali ditemukan di Brazil, November 2020.

Tingkat keparahan infeksi varian ini diketahui cenderung kebal terhadap pengobatan Covid-19.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.