Kompas.com - 30/11/2021, 13:01 WIB
Ilustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Munculnya varian Omicron membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelaku perjalanan internasional harus karantina 7-14 hari. SHUTTERSTOCK/angellodecoIlustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Munculnya varian Omicron membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelaku perjalanan internasional harus karantina 7-14 hari.

KOMPAS.com - Adanya varian Omicron yang dengan cepat menyebar ke banyak negara membuat pemerintah menambah masa karantina pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia, yang tadinya 3 hari jadi 7 hari.

Selain itu, WNA yang dalam 14 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan ke 11 negara tertentu untuk sementara dilarang masuk ke Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Minggu (28/11/2021), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ke-11 negara itu adalah negara yang telah mencatatkan adanya kasus varian Omicron, yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong.

Sementara itu, bagi WNI yang memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut dibolehkan masuk ke wilayah RI, namun harus melalui masa karantina selama 14 hari.

Kebijakan pengetatan perjalanan itu akan mulai diberlakukan pada 29 November 2021 pukul 00.01.

Baca juga: Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Apakah karantina 7 hari sudah cukup?

Epidemiolog dari Griffith University, Australia Dicky Budiman mengatakan, karantina tujuh hari tentu lebih baik dibanding tiga atau lima hari, bahkan sebelum varian Omicron muncul.

"Harusnya sejak awal kita karantina di tujuh hari. Kecuali suatu negara memenuhi beberapa syarat sehingga karantina cukup 3 hari," kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (30/11/2021).

Dikatakan Dicky, suatu negara bisa memberlakukan karantina 3 hari asal level transmisi virus di negara tersebut sudah di level 1-2, cakupan vaksinasi sudah 80 persen, atau test positivity rate di bawah 1 persen.

Nah, karantina 7 hari ini disebut Dicky sangat penting dilakukan. Terlebih Indonesia yang masih mengandalkan tes PCR dan status vaksinasi, belum memenuhi syarat seperti di atas.

"Kalau untuk menyeleksi (positif Covid-19) hanya mengandalkan tes PCR dan status vaksinasi, karantina 7 hari menjadi sangat penting," ungkap dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.