Kompas.com - 07/11/2021, 11:03 WIB
Paus Bungkuk di lepas pantai California
(Image credit: John Durban)Paus Bungkuk di lepas pantai California

KOMPAS.com - Sebuah studi mengungkapkan seberapa banyak paus makan.

Dan hasilnya peneliti menemukan jika hewan terbesar di Bumi ini makan lebih banyak makanan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Temuan ini pun memberikan pemahaman, tentang bagaimana nutrisi mengalir melalui jaring makanan laut serta pentingnya raksasa bawah laut ini bagi kesehatan dan produktivitas laut.

Sebagai informasi setelah mencari makan jauh di bawah air, paus akan berenang ke atas untuk bernapas dan melepaskan gumpalan kotoran di dekat permukaan laut.

Baca juga: Apakah Paus Kentut dan Bersin? Pakar Menjawab

Kotoran paus yang kaya zat besi itu bertindak sebagai pupuk bagi fitoplankton, organisme mikroskopis yang menarik energi dari sinar matahari untuk melakukan fotosintesis.

Selanjutnya, fitoplankton kemudian dimakan oleh krill, lalu di makan oleh paus, dan seterusnya.

"Paus adalah insinyur ekosistem yang lebih penting daripada yang kita duga sebelumnya. Mereka membantu meningkatkan jumlah bahan bakar yang tersedia untuk seluruh ekosistem," kata Mattew Savoca, salah satu penulis studi ini.

Dalam studi ini, peneliti melakukan analisis terhadap Paus Balin, termasuk di dalamnya adalah paus biru, sirip, dan bungkuk. Paus ini merupakan salah satu paus terbesar yang memakan krill, ikan, zooplankton, dan cumi-cumi.

Paus tersebut menggunakan struktur khusus yang terbuat dari keratin di mulut mereka untuk menyaring mangsa-mangsanya dengan mulut terbuka.

Meski para ilmuwan memahami dasar cara makan Paus Balin, memperkirakan berapa banyak mereka makan bukan perkara mudah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Banyak Daerah, Kapan Puncak Musim Hujan Berakhir? Ini Penjelasan BMKG

Banjir di Banyak Daerah, Kapan Puncak Musim Hujan Berakhir? Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Dorce Gamalama Idap Alzheimer, Ketahui Gejala hingga Cara Mencegahnya

Dorce Gamalama Idap Alzheimer, Ketahui Gejala hingga Cara Mencegahnya

Oh Begitu
Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.