Kompas.com - 26/10/2021, 17:31 WIB
Ilustrasi covid varian delta. Kasus infeksi Covid-19 Subvarian Delta, varian virus corona keturunan varian Delta. Disebut AY.4.2 atau dikenal juga sebagai varian Delta Plus. ShutterstockIlustrasi covid varian delta. Kasus infeksi Covid-19 Subvarian Delta, varian virus corona keturunan varian Delta. Disebut AY.4.2 atau dikenal juga sebagai varian Delta Plus.


KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di Inggris melonjak akibat penularan subvarian Delta atau Delta Plus. Epidemiolog mengingatkan bahwa keturunan Delta ini mungkin saja bisa menggantikan dominasi varian Delta.

Dilansir dari Reuters, Selasa (26/10/2021) Health Security Agency Inggris pun telah menetapkan subvarian Delta atau yang disebuat AY.4.2 sebagai Variant Under Investigation.

Hal itu didasarkan pada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa varian Delta Plus itu lebih menular dari varian Delta.

"Penunjukan itu dibuat atas dasar bahwa sub-garis keturunan ini menjadi semakin umum di Inggris dalam beberapa bulan terakhir, dan ada beberapa bukti awal bahwa itu mungkin memiliki tingkat pertumbuhan yang meningkat di Inggris dibandingkan dengan Delta," kata UKHSA.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan sudah sejak dua minggu lalu, kondisi Covid-19 di Inggris terjadi peningkatan, bukan hanya kasus infeksi tetapi juga angka kematian Covid-19.

"Hampir lebih dari sebulan ini varian Delta terdeteksi memiliki subvarian yang diduga memiliki potensi yang lebih menular dari varian Delta itu sendiri," kata Dicky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

 

 

Lebih lanjut Dicky menjelaskan bahwa varian Delta Plus atau AY.4.2 ini merupakan mutasi baru dari varian virus corona Delta yang terdeteksi di Inggris.

Dicky mengatakan bahwa lahirnya mutasi baru dari varian Delta tersebut memberikan pesan penting, bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir.

Kendati kini vaksinasi ditingkatkan, namun strategi kesehatan publik melemah, sehingga menyebabkan masyarakat akan begitu mudah terinfeksi.

"Ketika masyarakat mudah terinfeksi, maka potensi menyebarnya varian yang ada, termasuk berpotensi besar melahirkan varian baru lainnya," jelas dia.

Dominasi Delta Plus berpotensi geser varian Delta

Dicky menjelaskan varian AY.4.2 atau disebut juga varian Delta Plus telah menjadi varian virus corona yang sedang diinvestigasi, sebab pertumbuhan yang begitu cepat di tengah dominasi dari varian Delta.

Baca juga: Keturunan Varian Delta, Ilmuwan Mulai Lacak Penyebarannya di Inggris

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.