Kompas.com - 26/10/2021, 14:02 WIB
Tangkapan layar akun Twitter @InfoBMKG, Gempa Salatiga. Gempa Terkini, gempa Salatiga berkekuatan M 3,0 sudah terjadi 7 kali gempa susulan. Tangkapan layar akun Twitter @InfoBMKG, Gempa Salatiga.Tangkapan layar akun Twitter @InfoBMKG, Gempa Salatiga. Gempa Terkini, gempa Salatiga berkekuatan M 3,0 sudah terjadi 7 kali gempa susulan.


KOMPAS.com - Meskipun aktivitas gempa swarm di Salatiga dan sekitarnya semakin menurun, tetapi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta agar masyarakat tetap tenang, tetapi harus sigap mewaspadai aktivitas gempa swarm yang sudah sekitar empat hari terjadi itu.

Hasil monitoring BMKG selama hari Senin 25 Oktober 2021 sampai tengah malam tadi pukul 24.00 WIB terjadi 3 kali gempa swarm di Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya.

Aktivitas gempa swarm terjadi pada pukul 05.05 WIB M2,5 kemudian pukul 14.43 WIB M2,7 dan pukul 21.29 WIB M2,6.

Sehingga total aktivitas gempa swarm yang terjadi pascagempa magnitudo 3,0 pada Sabtu 23 Oktober 2021 sudah mencapai 36 kali gempa bumi.

Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono MSi mengatakan, jika ditinjau dari magnitudonya, aktivitas gempa swarm Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya didominasi oleh aktivitas gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 3,0 sebanyak 30 kali dengan magnitudo terkecil 2,1.

Sedangkan gempa dengan magnitudo di atas 3,0 terjadi sebanyak 6 kali dengan magnitudo terbesar 3,5.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Gempa Terkini: Ambarawa Jawa Tengah Kembali Diguncang Gempa Swarm ke-35 Kalinya

 

Frekuensi aktivitas gempa swarm Salatiga yang terjadi memang mengalami penurunan aktivitas dari hari pertama yakni 24 kali, hari ke-2 sebanyak 9 kali, hari ke-3 sekitar 3 kali dan hingga hari ini Selasa siang 26 Oktober 2021 belum terjadi gempa.

Aktivitas sudah menurun, mengapa masyarakat masih harus tetap waspada?

Dalam persoalan ini, Daryono menegaskan, perlu diingat bahwa gempa swarm bisa terjadi dalam beberapa hari, beberapa minggu bahkan bulan.

Sehingga, seharusnya kewaspadaan masyarakat di daerah rentan dan area sekitar gempa-gempa swarm yang terjadi sebelumnya tidak boleh diabaikan.

Berikut beberapa alasan masyarakat masih harus mewaspadai aktivitas gempa swarm ini.

1. Gempa swarm bersifat kambuhan

"Tentu ini patut kita syukuri semoga ini menjadi petunjuk bahwa aktivitas gempa swarm (Salatiga) akan segera berakhir. Namun yang patut diwaspadai adalah perilaku swarm yang bersifat kambuhan," kata Daryono kepada Kompas.com, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Gempa Terkini: 4 Fakta Gempa Salatiga yang Sudah Terjadi 7 Kali Susulan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.