Kompas.com - 28/07/2021, 09:03 WIB
Tenaga kesehatan membawa jenazah pasien Covid-19, berjenis kelamin perempuan (28 tahun) menuju ruang pemulasaran jenazah di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja menjadi rumah sakit (RS) khusus untuk pasien virus corona (Covid-19) sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemkes). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTenaga kesehatan membawa jenazah pasien Covid-19, berjenis kelamin perempuan (28 tahun) menuju ruang pemulasaran jenazah di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja menjadi rumah sakit (RS) khusus untuk pasien virus corona (Covid-19) sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemkes).

KOMPAS.com - Ahli kedokteran forensik Universitas Padjadjaran (Unpad) Yoni Fuadah Syukriani meminta proses pemulasaraan jenazah Covid-19 mendapat perhatian khusus.

Ia menyebut, meski belum ada bukti kuat bahwa penularan Covid-19 bisa terjadi melalui jenazah, tapi proses pemulasaraan tersebut melibatkan kontak erat dari para petugas secara berkelompok.

"Maka prinsip kehati-hatian harus tetap diterapkan," ungkap Yoni, melansir laman resmi Universitas Padjadjaran.

Baca juga: Ahli Swedia Kembangkan Vaksin Covid-19 Berbentuk Bubuk atau Pil

Yoni mengungkapkan di beberapa negara maju, Covid-19 dikategorikan sebagai agen Hazard Gropu-3 (HG3). Agen HG3 merupakan kelompok mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit berat pada manusia.

Sehingga, pemulasaraan jenazah pun dianggap aman bila mengikuti prinsip Universal Precaution, yaitu kehati-hatian supaya cairan dalam tubuh jenazah tidak terlalu banyak kontak dengan petugas pemulasaraan ataupun anggota keluarga.

Setidaknya ada beberapa kriteria jenazah yang sebaiknya memerlukan proses pemulasaraan sesuai protokol Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Empat kriteria tersebut adalah:

  • jenazah terkonfirmasi Covid-19,
  • jenazah suspek Covid-19,
  • jenazah positif Covid-19 tanpa gejala tetapi meninggal karena sebab lain,
  • jenazah karena kematian yang tidak jelas.

Badan Kesehatan Dunia, Uni Eropa, hingga Palang Merah Dunia telah menyusun standar pemulasaraan jenazah Covid-19.

"Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan adalah hati-hati ketika kontak langsung dengan jenazah maupun cairan tubuh jenazah," jelas Yoni.

Selain itu juga, ia mengingatkan supaya petugas rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan jenazah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.