Kompas.com - 14/06/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi gletser Antartika. Studi baru mengungkapkan gletser Antartika mencair lebih cepat. Pencairan sejumlah gletser besar di benua ini membawa Antartika pada 'Kiamat Gletser' yang dampaknya akan membuat permukaan laut global meningkat. SHUTTERSTOCK/KatiekkIlustrasi gletser Antartika. Studi baru mengungkapkan gletser Antartika mencair lebih cepat. Pencairan sejumlah gletser besar di benua ini membawa Antartika pada 'Kiamat Gletser' yang dampaknya akan membuat permukaan laut global meningkat.


KOMPAS.com- Studi baru mengungkapkan bahwa penduduk pulau Pasifik kemungkinan penemu pertama benua Antartika.

Pelaut Polinesia kemungkinan telah lebih dulu mencapai Antartika, ratusan tahun sebelum penjelajah Barat yang biasanya disebut sebagai penemu benua beku.

Peneliti Selandia Baru telah menjelajahi 'grey literatue', seperti dilansir dari Phys, Senin (14/6/2021).

Termasuk di antaranya catatan lisan, karya seni asli bersejarah, dan sumber non-akademik, untuk mencari hubungan antara penduduk Maori dan Antartika.

"Ketika Anda menggabungkannya, sangat jelas, ada sejarah hubungan yang sangat panjang dengan Antartika," kata pemimpin proyek Priscilla Wehi dari lembaga penelitian pemerintah Manaaki Whenua di Selandia Baru.

Baca juga: Bongkahan Es Raksasa Antartika akan Menabrak Georgia Selatan, Apa Dampaknya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Wehi mengatakan bahwa timnya menemukan hubungan antara benua Antartika dan perairan yang terjadi selama pelayaran tradisional paling awal.

"Kemudian melalui partisipasi dalam pelayaran dan eksplorasi yang dipimpin Eropa, penelitian ilmiah kontemporer, penangkapan ikan, dan banyak lagi, selama berabad-abad," jelas Wehi.

Pelaut Polinesia secara luas dianggap sebagai pelaut terhebat dalam sejarah.

Pelaut ini diketahui telah mengarungi jarak yang sangat jauh antara pulau-pulau Pasifik dengan presisi tepat pada waka atau kano lambung ganda mereka.

Dalam studi yang telah dipublikasikan minggu lalu di Journal of Royal Society of New Zealand, juga menemukan bahwa mereka mencapai benua Antartika jauh sebelum orang Barat pertama di tahun 1820-an.

Baca juga: 30.000 Gempa Bumi Terjadi sejak Agustus, Ada Apa dengan Antartika?

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X