Kompas.com - 31/05/2021, 21:01 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi SHUTTERSTOCK/andrejs polivanovsIlustrasi gelombang tinggi

KOMPAS.com - Pada sepekan awal di Bulan Juni ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat pesisir, untuk mewaspadai gelombang tinggi yang bisa mencapai 6 meter.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, terdapat thypoon Choi Wan 1000 hPa di sekitar Kepulauan Filipina, yang berdampak secara tidak langsung terhadap ketinggian gelombang di wilayah Samudera Utara Halmahera dan Papua Barat.

Selain itu, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Selatan - Barat dengan kecepatan 8-25 knot.

Baca juga: Selain Banjir Rob, Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Wilayah Berikut

Sedangkan, di wilayah Indonesia bagian selatan, umumnya bergerak dari Timur- Selatan dengan kecepatan 8-25 knot.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG, gelombang tinggi yang bisa mencapai 6 meter itu juga diakibatkan oleh berbagai kondisi atmosfer saat ini. 

Berbagai kondisi atmosfer itu antara lain, perkembangan siklon tropis, awan konvektif, gelombang Kelvin, gelombang Rossby ekuatorial, serta perlambatan dan belokan angin. Berikut penjelasan rincinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, berikut prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Indonesia pada 31 Mei – 07 Juni 2021 mendatang.

Tinggi gelombang 1.25 - 2.5 meter (Moderate Sea atau kategori sedang) 

- Teluk Lampung bagian selatan

- Laut Sawu 

- Selat Ombai

- Selat Karimata bagian selatan

- Perairan utara Pulau Jawa hingga Kepulauan Kangean

- Laut Jawa

- Perairan selatan Kalimantan

- Perairan selatan Kotabaru

- Selat Makassar bagian selatan

- Laut Bali

- Laut Sumbawa

- Selat Lombok bagian utara

- Perairan Kep. Selayar

- Teluk Bone bagian selatan

- Laut Flores

- Perairan Baubau

- Teluk Tolo

- Perairan selatan Kepulauan Banggai hingga Kepulauan Sula

- Laut Maluku

- Perairan Bitung hingga Likupang

- Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud

- Laut Seram 

- Laut Halmahera

- Perairan Misool hingga Sorong bagian selatan

- Perairan Fakfak hingga Kaimana

- Perairan Amamapare

- Perairan utara Papua Barat hingga Papua

- Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Baca juga: Selain Hujan Lebat Sepekan, Gelombang Tinggi Berpotensi di Wilayah Ini

Ilustrasi gelombang tinggiKOMPAS.com/ ROSYID ASZHAR Ilustrasi gelombang tinggi

Tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter (Rough Sea/ kategori tinggi)  

- Selat Malaka bagian utara

- Perairan utara Sabang

- Perairan barat Aceh hingga Mentawai

- Perairan Bengkulu

- Selat Sunda bagian barat

- Perairan selatan Jawa hingga Sumba Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur

- Selat Bali hingga Selat Lombok

- Selat Alas bagian selatan

- Selat Sumba bagian barat

- Selat Sape bagian selatan Perairan selatan Pulau Sawu hingga Pulau Rotte hingga Kupang

- Perairan Wakatobi

- Perairan selatan Pulau Buru - Ambon hingga Pulau Seram

- Laut Banda

- Perairan Kepulauan Sermata  hingga Kepulauan Tanimbar

- Perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru

- Laut Arafuru

Tinggi gelombang 4.0 – 6.0 meter (Very Rough Sea) atau termasuk gelombang dengan kategori sangat tinggi berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Sumatra.

Saran Keselamatan

Potensi gelombang tinggi ini dapat memperbesar risiko keselamatan pelayaran dan masyarakat yang tinggal, serta beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi. Sehingga, harus tetap waspada.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, ketika akan berlayar di perairan yang berpeluang terjadi gelombang tinggi tersebut.

Perahu nelayan, perlu waspada ketika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Selanjutnya, kapal tongkang perlu waspada ketika  kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Bagi kapal ferry perlu waspada ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Terakhir, untuk kapal berukuran besar seperti Kapal kargo atau Kapal Pesiar, perlu waspada ketika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di  atas 4,0 meter.

Baca juga: Akhir Mei Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 6 Meter



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
4 Dampak Pandemi Covid-19 yang Dirasakan Pasien Kanker Paru

4 Dampak Pandemi Covid-19 yang Dirasakan Pasien Kanker Paru

Oh Begitu
Apa Itu Waste Credit? Diklaim Bisa Jadi Solusi Sampah di Indonesia

Apa Itu Waste Credit? Diklaim Bisa Jadi Solusi Sampah di Indonesia

Oh Begitu
Tes Antigen untuk Diagnosis Covid-19, Aturan Baru Percepat Testing dan Tracing

Tes Antigen untuk Diagnosis Covid-19, Aturan Baru Percepat Testing dan Tracing

Oh Begitu
Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
komentar
Close Ads X