[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

Kompas.com - 19/04/2021, 06:03 WIB
Konten video pembukaan persalinan yang dibuat dr Kevin Samuel di akun TikTok @dr.kepinsamuelmpg, Sabtu (17/4/2021) dikecam karena pelecehan perempuan. Akun tersebut sudah hilang dari TikTok, tetapi videonya tersebar luas di berbagai platform sosial media. Tangkapan layar TwitterKonten video pembukaan persalinan yang dibuat dr Kevin Samuel di akun TikTok @dr.kepinsamuelmpg, Sabtu (17/4/2021) dikecam karena pelecehan perempuan. Akun tersebut sudah hilang dari TikTok, tetapi videonya tersebar luas di berbagai platform sosial media.

KOMPAS.com - Di akhir pekan kemarin, salah satu berita terpopuler Sains adalah tentang konten TikTok seorang dokter yang mereka adegan vaginal touche.

Video tentang pembukaan persalinan ini disorot banyak orang, dan dikecam sejawat karena dianggap melecehkan perempuan, khususnya wanita hamil.

Berita populer lainnya adalah hasil studi terbaru yang mengungkap risiko pembekuan darah akibat Covid-19 sebenarnya lebih tinggi dibanding yang disebabkan vaksin AstraZeneca.

Juga ada fakta menarik tentang blobfish, ikan terjelek di dunia yang sering dijadikan meme hingga cat terputih di dunia untuk memerangi pemanasan global.

Baca juga: [POPULER SAINS] Kata Psikolog Soal Netizen Indonesia Hujat Pengantin Gay Thailand | Vaksin Nusantara Dinilai Tak Layak

Berikut ulasan berita populer Sains, Minggu (18/4/2021) hingga Senin (19/4/2021).

1. Konten TikTok pembukaan persalinan

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) adalah salah satu pihak yang mengecam konten pembukaan persalinan yang dibuat dokter Kevin karena reka adegan dilakukan dengan memberikan candaan bernuansa seksual yang merendahkan perempuan.

Kompaks pun miminta mencabut SIP dan keanggotaan IDI dokter yang bersangkutan.
"Video ini melecehkan perempuan secara umum dan pasien perempuan yang membutuhkan layanan kesehatan secara khusus," kata Kompaks dalam pernyataan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/4/2021).

Selain itu, konten video tersebut juga dianggap telah melanggar Kode Etika Dokter Indonesia (KODEKI) dan pelanggaran sumpah dokter.

"Dan hak perempuan untuk dilindungi dari tindakan pelecehan dan bentukan tindakan diskriminatif lainnya telah disebutkan di dalam Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita (CEDAW)."

Sebelumnya, banyak konten video yang dibuat nakes dan dianggap menunjukkan perilaku melecehkan dan diskriminatif.

Kompaks mengatakan, tindakan tenaga kesehatan yang melakukan pelecehan maupun tayangan video demi popularitas, terkait pengalaman perempuan saat menghadapi persalinan dan melakukan pemeriksaan transvaginal dapat menurunkan kepercayaan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan reproduksi.

Dikhawatirkan, ini akan berdampak pada kesehatan ibu hamil dan melahirkan.

Berkaitan dengan tuntutan Kompaks, selengkapnya baca di sini:

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

2. Risiko pembekuan akibat Covid-19 8 kali lebih tinggi dibanding vaksin AstraZeneca

Dengan mempertimbangkan efek samping berupa pembekuan darah, Pemerintah Australia memutuskan tak akan memberikan vaksin AstraZeneca kepada warga berusia 50 tahun ke bawah.REUTERS/DADO RUVIC via ABC INDONESIA Dengan mempertimbangkan efek samping berupa pembekuan darah, Pemerintah Australia memutuskan tak akan memberikan vaksin AstraZeneca kepada warga berusia 50 tahun ke bawah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X