Kompas.com - 07/04/2021, 17:01 WIB
Ilustrasi virus corona pada anak ShutterstockIlustrasi virus corona pada anak

KOMPAS.com - Beberapa penelitian sebelumnya mengungkap, kebanyakan anak-anak yang terinfeksi Covid-19 tidak jatuh sakit separah orang dewasa. Umumnya, mereka mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala.

Namun tampaknya, kita tetap tak boleh lengah.

Pasalnya penelitian baru di AS menunjukkan, sebagian besar anak-anak dengan penyakit peradangan serius akibat virus corona, memiliki gejala ringan atau bahkan tanpa gejala saat awal terinfeksi Covid-19.

Baca juga: Cara Menjaga Sistem Kekebalan Anak Selama Pandemi Covid-19

Melansir Medical Xpress, kondisi pasca-infeksi Covid-19 yang tidak biasa dan lebih parah cenderung terjadi pada anak-anak dengan gejala ringan, meskipun lebih dari setengah anak-anak yang terinfeksi menerima perawatan intensif di rumah sakit.

Demikian menurut hasil analisis yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan telah diterbitkan Selasa (6/4/2021) di JAMA Pediatrics.

Studi ini merupakan analisis terbesar yang dilakukan, terkait kasus sindrom peradangan multisistem pada anak-anak di AS, dan memperkuat bukti bahwa itu adalah respons imun yang tertunda terhadap Covid-19.

Studi tersebut mencakup hampir 1.800 kasus yang dilaporkan ke CDC dari Maret 2020 hingga pertengahan Januari 2021.

Sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak di bawah 15 tahun, tetapi penelitian tersebut mencakup hingga usia 20 tahun.

Menurut para peneliti, peningkatan dalam kasus sindrom inflamasi multisistem atau penyakit peradangan telah terjadi dua hingga lima minggu setelah puncak Covid-19 dan telah mengikuti penyebaran infeksi awal dari perkotaan ke daerah pedesaan.

Data CDC yang lebih baru menunjukkan, ada puncak lain yang muncul dalam kondisi pediatrik yang konsisten dengan tren itu.

Kasus yang dilaporkan negara hingga 29 Maret berjumlah 3.185 dan termasuk 36 kematian.

Masalahnya, laporan negara tidak selalu tepat waktu, sehingga tidak pasti berapa banyak anak-anak AS yang mengidap penyakit peradangan tersebut sejak penelitian berakhir.

Menurut data yang dikumpulkan oleh American Academy of Pediatrics dan Children's Hospital Association, hampir 3,5 juta anak dan remaja A.S. dinyatakan positif Covid-19.

Kebanyakan anak yang menderita Covid-19 memang tidak mengembangkan penyakit pasca terinfeksi Covid-19.

Tetapi, kondisi ini pertama kali dilaporkan di Eropa pada akhir musim dingin dan musim semi tahun lalu.

Baca juga: Anak Terinfeksi Covid-19, Benarkah Gejalanya Ringan dan Lebih Cepat Sembuh?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Kita
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Oh Begitu
Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Oh Begitu
Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Kita
Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Oh Begitu
5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

Kita
Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

Oh Begitu
M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
komentar
Close Ads X