Kompas.com - 07/04/2021, 08:03 WIB
Lengan robotik dari wahana antariksa InSight NASA. Menyelidiki aktivitas gempa Mars atau seismik di planet Mars, NASA tanam kabel seismometer, pendeteksi gempa di planet merah. Dua gempa kuat tercatat Maret lalu mengguncang Mars. NASA/JPL-Caltech via SCIENCE ALERTLengan robotik dari wahana antariksa InSight NASA. Menyelidiki aktivitas gempa Mars atau seismik di planet Mars, NASA tanam kabel seismometer, pendeteksi gempa di planet merah. Dua gempa kuat tercatat Maret lalu mengguncang Mars.


KOMPAS.com- Wahana luar angkasa, robot InSight, milik badan antariksa nasional Amerika Serikat (NASA) merasakan guncangan gempa kuat, Marsquakes, yang terdeteksi pada Maret lalu.

Gempa tersebut berasal dari daerah dekat ekuator Mars yang dikenal sebagai Cerberus Fossae.

Dikutip dari Science Alert, Rabu (7/4/2021), gempa di Mars ini tercatat berkekuatan M 3,1 hingga M3,3 pada 7 Maret dan 18 Maret lalu.

Gempa Mars memperkuat Cerberus Fossae sebagai salah satu wilayah di planet merah dengan aktivitas geologis paling aktif.

Marsquake yang sama kuatnya juga tercatat pernah mengguncang wilayah yang sama pada tahun 2019.

Cerberus Fossae adalah wilayah di Planet Merah yang memiliki banyak celah-celah besar yang hampir semuanya saling terhubung atau pararel. Di mana serangkaian celah ini terbentuk ketika kerak planet ditarik terbuka oleh peristiwa vulkanik yang dramatis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mars Juga Bisa Gempa, Ilmuwan NASA Temukan Buktinya

 

 

 

Vulkanisme adalah pendorong utama gempa di Mars. Namun, planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik seperti yang dimiliki Bumi, yang dapat menyebabkan sebagian besar gempa dapat kita rasakan.

Di planet Mars yang gersang, wilayah Cerberus Fossae adalah salah satu pusat utama dari aktivitas vulkanik dan merupakan area yang menarik untuk dipelajari karena ketidakstabilan geologisnya, baik di masa lalu maupun di masa kini.

Para ahli geologi mengungkapkan bahwa kemampuan untuk mendeteksi marsquakes sangat baru. Sebelum robot InSight NASA mendeteksi gempa Mars, mereka telah menduga keberadaan gempa-gempa kuat di Mars selama beberapa dekade.

Baca juga: Rekaman Robot InSight: Begini Suara Angin di Planet Mars

 

Akan tetapi, baru setelah InSight NASA meluncurkan misi Eksperimen Seismik untuk Struktur Interior (SEIS) pada awal 2019, para ilmuwan dapat menangkap rekamannya secara tak terbantahkan.

Pendarat Viking 2 mengamati sebuah peristiwa pada tahun 1976, yakni planet Mars diguncang gempa kecil. Tetapi pada saat itu, untuk memastikan penyebabnya, tidak mungkin mengesampingkan angin atau cuaca di planet ini.

Sebaliknya, InSight kini telah menemukan bukti kuat lebih dari 500 peristiwa seismik hanya dalam dua tahun terakhir.

Sebagian besar Marsquakes atau gempa Mars yang terdeteksi SEIS pada robot InSight NASA, berukuran kecil, tetapi yang berasal dari Carberus Fossae termasuk aktivitas gempa yang paling jelas dan cukup kuat.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Seperti Bumi, Bulan Juga Sering Gempa

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.