Kompas.com - 02/03/2021, 17:32 WIB
Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona.

KOMPAS.com - Hari ini, tepat setahun kasus pertama Covid-19 dikonfirmasi di Indonesia. Namun, angka kasus tak kunjung menurun.

Beberapa waktu belakangan, kasus justru bertambah sekitar 5.000-7.000 orang per hari. Kunci masalahnya adalah protokol kesehatan

Dosen FIKES UIN Syahid Jakarta Baequni Boerman mengatakan, Covid-19 mengubah hidup kita dari segala aspek.

Alih-alih semakin mengencangkan ikat pinggang untuk patuh pada protokol kesehatan, masyarakat justru tampak semakin tidak peduli.

Baca juga: Kilas Balik Setahun Covid-19 di Indonesia, Pengumuman hingga Vaksinasi

"Di dalam kesehatan masyarakat yang saya pelajari dan yang saya quote dari beberapa jurnal, kunci permasalahan Covid-19 adalah protokol kesehatan," kata Baequni dalam webinar bertajuk Melawan keletihan sosial di masa pandemi @ Dies Natalis Fisip UI 2021 yang diselenggarakan Kamis, 25 Februari 2021.

Artinya, saat ini seluruh dunia sedang berjuang bagaimana caranya agar protokol kesehatan terus dilakukan meski program vaksinasi sudah berjalan.

"Terutama di Indonesia. Karena Covid-19 di Indonesia seolah-olah terus melaju tanpa kendali," imbuh dia.

Baequni mengambil contoh yang terjadi di Wuhan.

Setelah kota di China itu pertama kali mengonfirmasi kasus pertama virus corona baru, jumlah kasus terus bertambah.

Namun setelah Wuhan melakukan lockdown ketat, jumlah infeksi kasus terbukti menurun hingga sekarang.

"Kita (Indonesia) tidak melakukan lockdown. Kita melakukan PSBB, tapi tidak diterapkan dengan disiplin akhirnya kita terlibat dalam satu masalah atau satu kasus yang panjang. Artinya Covid-19 di Indonesia sampai sekarang masih terjadi," jelas Baequni yang juga selaku Inisiator Perang Akar Rumput Covid-19.

Dia melanjutkan, untuk menangani pandemi Covid-19 yang benar-benar harus diterapkan dan dilakukan adalah pembatasan sosial, menjaga jarak.

Pengendalian penularan virus corona di Indonesia masih belum maksimal. Ini terbukti dengan penambahan kasus harian yang berkisar antara 5.000-7.000 kasus per hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ilmuwan: Kawasan Keanekaragaman Hayati Dipastikan Hancur akibat Perubahan Iklim

Ilmuwan: Kawasan Keanekaragaman Hayati Dipastikan Hancur akibat Perubahan Iklim

Oh Begitu
Awal Ramadhan Selasa 13 April 2021, Bagaimana Ahli Tentukan Posisi Hilal?

Awal Ramadhan Selasa 13 April 2021, Bagaimana Ahli Tentukan Posisi Hilal?

Fenomena
4 Faktor Penting dalam Pemantauan Hilal, Penentu Awal Ramadhan

4 Faktor Penting dalam Pemantauan Hilal, Penentu Awal Ramadhan

Oh Begitu
5 Fakta Perjalanan Kosmonot Yuri Gagarin, Manusia Pertama di Luar Angkasa

5 Fakta Perjalanan Kosmonot Yuri Gagarin, Manusia Pertama di Luar Angkasa

Fenomena
Atta Halilintar Mau 15 Anak dari Aurel Hermansyah, Apa Dampak Hamil Anak Banyak?

Atta Halilintar Mau 15 Anak dari Aurel Hermansyah, Apa Dampak Hamil Anak Banyak?

Oh Begitu
Selain Hilal, Solar Bulan dan Tripel Konjungsi Hiasi Langit Indonesia Hari Ini

Selain Hilal, Solar Bulan dan Tripel Konjungsi Hiasi Langit Indonesia Hari Ini

Fenomena
Porsi Makan dan Gizi yang Baik saat Puasa, dari Karbohidrat hingga Protein

Porsi Makan dan Gizi yang Baik saat Puasa, dari Karbohidrat hingga Protein

Oh Begitu
Hari Ini 60 Tahun Lalu, Manusia Berhasil Capai Luar Angkasa untuk Pertama Kalinya

Hari Ini 60 Tahun Lalu, Manusia Berhasil Capai Luar Angkasa untuk Pertama Kalinya

Oh Begitu
Ada Jamur di Paru-paru? Ilmuwan Sebut Bukan Tanda Infeksi, Ini Penjelasannya

Ada Jamur di Paru-paru? Ilmuwan Sebut Bukan Tanda Infeksi, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Bagaimana Menghitung Awal Ramadhan 2021 dalam Astronomi?

Bagaimana Menghitung Awal Ramadhan 2021 dalam Astronomi?

Oh Begitu
Sidang Isbat Sore Ini, Begini Cara Ilmuwan Melihat Hilal Awal Ramadhan

Sidang Isbat Sore Ini, Begini Cara Ilmuwan Melihat Hilal Awal Ramadhan

Oh Begitu
Berita Vaksin Covid-19 China Kurang Efektif Disebut Salah Total, Ini Klarifikasinya

Berita Vaksin Covid-19 China Kurang Efektif Disebut Salah Total, Ini Klarifikasinya

Oh Begitu
3 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Selama Berpuasa di Tengah Pandemi

3 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Selama Berpuasa di Tengah Pandemi

Oh Begitu
Tidak Aktif sejak 1979, Gunung Berapi di Karibia Kembali Meletus

Tidak Aktif sejak 1979, Gunung Berapi di Karibia Kembali Meletus

Fenomena
Mengenal Hilal, Penentu Awal Bulan Ramadhan dan Sabda Nabi SAW

Mengenal Hilal, Penentu Awal Bulan Ramadhan dan Sabda Nabi SAW

Oh Begitu
komentar
Close Ads X