Kompas.com - 02/03/2021, 14:03 WIB
Ilustrasi asteroid dekat Bumi. Fenomena langit, Asteroid 2020 SX3 akan melewati Bumi hari ini, Kamis (8/10/2020). SHUTTERSTOCK/Dima ZelIlustrasi asteroid dekat Bumi. Fenomena langit, Asteroid 2020 SX3 akan melewati Bumi hari ini, Kamis (8/10/2020).

KOMPAS.com - Siang ini, Selasa (2/3/2021) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan astronom menyebutkan akan ada dua fenomena menarik yang hadir di langit Indonesia.

Kedua fenomena langit tersebut adalah Asteroid 1999 RM45 lewat dekat bumi dan perige bulan edisi pertama Maret 2021 terjadi. Berikut penjelasannya.

1. Asteroid 1999 RM45

Astronom Amatir Indonesia Marufin Sudibyo menyampaikan bahwa Asteroid 1999 RM45 lewat dekat Bumi pada Selasa 2 Maret 2021. 

Dijelaskan Marufin, Asteroid 1999 RM45 ditemukan pada tahun 1999 lalu, memiliki diameter 408 m.

Asteroid yang satu ini juga disebutkan tergolong sebagai asteroid dekat-bumi kelas Apollo sehingga memiliki orbit yang bisa bersinggungan dengan orbit Bumi. 

"Pada Selasa 2 Maret 2021 asteroid ini akan lewat di dekat Bumi dalam jarak 7,7 kali lipat jarak rata-rata Bumi-Bulan, atau setara 3 juta kilometer," kata Marufin kepada Kompas.com, Senin (1/3/2021).

Asteroid ini tidak memiliki potensi untuk bertabrakan dengan Bumi, setidaknya hingga satu abad ke depan. 

Baca juga: Selidiki Asteroid Senilai 10.000 Kuadriliun Dollar AS, Misi Psyche Siap Berangkat

2. Perige Bulan

Perige Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak paling dekat dengan Bumi.

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Andi Pangerang mengatakan perige bulan ini disebabkan oleh orbit Bulan yang berbentuk elips dengan Bumi terletak di salah satu titik fokus orbit tersebut.

Adapun, perige Bulan terjadi setiap rata-rata 27 sepertiga hari dengan interval dua perige Bulan yang berdekatan bervariasi antara 24 5 per 8 hingga 28 setengah hari.

Andi dalam keterangan tertulisnya di laman edukasi sains Lapan menyebutkan bahwa Perige Bulan di bulan Maret 2021 ini akan terjadi dua kali.

Pertama terjadi hari ini tanggal 2 Maret 2021 pada pukul 12.26 WIB, 12.26 Wita, 14.26 WIT dengan jarak 365.399 kilometer dari Bumi (geosentrik), iluminasi 89,1 persen dan berada di sekitar konstelasi Virgo.

"Sedangkan, perige Bulan yang kedua terjadi pada tanggal 30 Maret," kata Andi.

Untuk diketahui, sebenarnya sejak tadi malam yaitu pukul 2015 waktu setempat (1/3/2021) perige Bulan ini sudah dapat disaksikan dari arah timur berkulminasi di arah selatan pukul 02.10 dini hari tadi (2/3/2021).

Nah, untuk hari ini setelahh perige terbenam tadi pagi pukul 08.10 waktu setempat, malam ini akan kembali terjadi pada pukul 21.00 waktu setempat dari arah timur.

Untuk perige Bulan malam ini akan berkulminasi di arah selatan pada pukul 03.00 waktu setempat, dan terbenam di arah barat sekitar pukul 09.00 waktu setempat, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Bukan Asteroid, Ini Lho Teori Baru Penyebab Punahnya Dinosaurus

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X