Kompas.com - 21/01/2021, 09:05 WIB
Ilustrasi paru-paru yodiyimIlustrasi paru-paru


KOMPAS.com - Ada berbagai macam penyakit yang bisa menyerang paru-paru, sebut saja asma, penyakit paru obstruksi kronis, hingga kanker paru-paru.

Penyakit paru obstruksi kronis adalah penyakit kronik yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Penyakit ini merupakan penyebab kematian keempat terbanyak di dunia.

Sedangkan kanker paru membunuh hampir 1,8 juta orang di seluruh dunia pada 2018. Bahkan, Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) mencatat sekitar 61,4 persen kematian terjadi di kawasan Asia Pasifik.

Baca juga: Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Namun demikian, berbagai penyakit paru-paru ini bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup.

Mencegah infeksi paru-paru

Infeksi saluran pernapasan bisa menjadi serius, terutama pada orang tua, anak-anak yang sangat kecil, dan mereka dengan sistem kekebalan yang lemah.

Misalnya saja virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, bisa menyebabkan gejala yang berpotensi parah, dan bahkan dalam beberapa kasus, kematian.

Anda dapat mengurangi risiko tertular infeksi paru-paru dengan cara:

- Tinggal di rumah saat sakit

- Menghindari orang sakit

- Sering mencuci tangan

- Menghindari keramaian selama musim dingin dan flu

- Menjaga jarak fisik dan mengenakan masker selama pandemi Covid-19

- Menjaga anak-anak tetap di rumah saat mereka sakit

- Batuk ke tisu atau siku

Orang dengan penyakit paru-paru kronis harus berbicara dengan dokter mereka tentang strategi tambahan untuk mengurangi risiko tertular infeksi.

Berikut ini tujuh cara yang bisa dilakukan untuk menjaga paru-paru tetap sehat:

1. Dapatkan vaksinasi

Vaksin dapat mencegah beberapa infeksi, termasuk yang dapat membahayakan paru-paru, seperti vaksin tetanus, difteri, dan pertusis, dapat mencegah penyakit yang berpotensi parah pada bayi dan anak-anak.

Vaksin lainnya, seperti pneumonia pneumokokus, dapat melindungi dari beberapa penyakit pneumonia.

2. Hindari merokok

Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru dan penyakit paru obstruksi kronis. Hindari merokok atau vaping, dan jauhi asap rokok orang lain, terutama di area tertutup. Juga tidak ada kata terlambat bagi perokok seumur hidup untuk berhenti.

Kondisi paru-paru akan mulai membaik segera setelah seseorang berhenti merokok. Sepuluh tahun setelah berhenti, risiko terkena kanker paru-paru adalah setengah dari risiko perokok saat ini.

Baca juga: 3 Alasan Harus Berhenti Merokok di Tengah Pandemi Covid-19

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X