Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Kompas.com - 27/11/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi polusi udara dari rumah tangga berasal dari penggunaan bahan bakar kayu untuk memasak. Biomassa kayu bakar dapat berakibat buruk pada kesehatan paru-paru. Polutan dari biomassa kayu dapat menyebabkan kerusakan paru-paru. SHUTTERSTOCK/Zoran PhotographerIlustrasi polusi udara dari rumah tangga berasal dari penggunaan bahan bakar kayu untuk memasak. Biomassa kayu bakar dapat berakibat buruk pada kesehatan paru-paru. Polutan dari biomassa kayu dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.


KOMPAS.com- Kayu sebagai bahan bakar atau biomassa untuk memasak masih digunakan oleh sebagian besar orang di seluruh dunia. Tahukah Anda, bahwa ternyata memasak dengan kayu bakar dapat menimbulkan kerusakan paru-paru?

Sekitar 3 miliar orang di seluruh dunia memasak dengan biomassa, sebagian besar berasal dari kayu.

Polutan yang dihasilkan dari aktivitas memasak menggunakan biomassa ternyata berkontribusi besar pada 4 juta kematian per tahunnya akibat penyakit terkait polusi udara rumah tangga.

Dilansir dari Science Daily, Jumat (27/11/2020), hasil analisis CT scan menunjukkan ornag yang memasak dengan bahan bakar biomassa seperti kayu, berisiko menderita kerusakan pada organ paru-paru.

Baca juga: Paru-paru Mini Bantu Ilmuwan Pelajari Virus SARS-CoV-2 sampai Uji Obat Covid-19

Sebab, menurut penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Radiological Society of North America (RSNA), mereka menghirup konsentrasi polutan dan racun bakteri yang berbahaya.

Transisi penggunaan bahan bakar biomassa ke bahan bakar gas cair sebagai pembakaran yang lebih bersih telah banyak diserukan inisiatif kesehatan masyarakat.

Namun, masih banyak rumah tangga yang terus menggunakan bahan bakar biomassa, yakni kayu bakar untuk memasak.

Salah satu penyebabnya yakni kendala finansial dan keengganan untuk mengubah kebiasaan, serta kurangnya informasi tentang dampak asap biomassa pada kesehatan paru-paru.

Baca juga: Air Purifier, Bisakah Meningkatkan Kesehatan Paru-paru dan Jantung?

 

"Penting untuk mendeteksi, memahami dan membalikkan perubahan awal yang berkembang sebagai respons terhadap paparan kronis dari emisi bahan bakar biomassa," kata rekan penulis studi Abhilash Kizhakke Puliyakote, Ph.D., peneliti postdoctoral dari University of California San Diego School of Medicine.

Studi multidisiplin ini dipimpin oleh Eric A. Hoffman, Ph.D., di University of Iowa bekerja sama dengan para peneliti dari Institut Sains dan Teknologi Periyar Maniammai.

Para peneliti ini menyelidiki dampak polutan kompor pada 23 orang yang memasak dengan bahan bakar gas atau kayu cair biomassa di Thanjavur, India.

Udara terperangkap dalam paru-paru

Dalam studi tersebut, para peneliti mengukur konsentrasi polutan di rumah dan kemudian mempelajari fungsi paru-paru individu, menggunakan tes tradisional seperti spirometri. Selanjutnya, dilakukan CT scan canggih untuk membuat pengkuran kuantitatif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X