Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Kompas.com - 16/01/2021, 18:02 WIB
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2021) KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADPelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2021)


KOMPAS.com- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah membuka opsi vaksinasi Covid-19 mandiri.

Namun, vaksinasi mandiri itu diberlakukan bukan untuk perorangan, melainkan melalui perusahaan untuk para karyawannya.

"Boleh untuk korporasi. Jadi dengan syarat satu, korporasi mau beli, dengan syarat semua karyawannya mesti dikasih," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1/2021).

Budi menjelaskan, perusahaan akan diizinkan membeli vaksin sendiri dengan produsen vaksin Covid-19. Dengan demikian, harapannya vaksinasi Covid-19 dapat berjalan lebih cepat.

Baca juga: Jutaan Orang Fobia Jarum Suntik, Akankah Jadi Kendala Vaksinasi Covid-19?

 

Namun, ternyata kebijakan vaksin mandiri ini juga menuai polemik baru dan kritikan dari pakar epidemiologi.

Menanggapi persoalan tersebut, Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman angkat bicara.

Dicky mengatakan bahwa saat ini kita berada dalam situasi pandemi, situasi bencana nasional.

Vaksin Covid-19 itu dibeli pakai uang negara, dibeli dengan uang rakyat dan itu bukan situasi normal dan itu untuk kepentingan publik atau kesehatan masyarakat.

Baca juga: Jokowi Divaksin, Apa Dampaknya untuk Keberhasilan Vaksinasi Covid-19?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X