Kompas.com - 10/01/2021, 12:00 WIB
Pasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) tiba di U Stay hotel di Mangga Besar, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2020). Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Krisnadi mengatakan sebanyak 4.116 kamar dari 30 hotel di Jakarta siap untuk menampung pasien COVID-19 dengan kategori OTG. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) tiba di U Stay hotel di Mangga Besar, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2020). Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Krisnadi mengatakan sebanyak 4.116 kamar dari 30 hotel di Jakarta siap untuk menampung pasien COVID-19 dengan kategori OTG.

KOMPAS.com - Sejak pandemi virus corona dimulai, para ilmuwan dan pakar kesehatan masyarakat dibuat bingung dengan peran penyebaran orang tanpa gejala.

Berapa banyak orang yang menderita Covid-19, tetapi tidak atau hampir tidak ada gejala? Dan sejauh mana orang tanpa gejala itu berkontribusi pada penyebaran virus?

Para peneliti sekarang telah menetapkan angka yang lebih jelas.

Sebuah model baru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Open Network minggu ini, yang dikembangkan oleh para peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari total penularan Covid-19 berasal dari mereka yang tidak memiliki gejala.

Dengan kata lain, mayoritas penyebaran berasal dari silent carrier.

Baca juga: Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Para ahli sangat ingin memahami masalah penyebaran tanpa gejala karena pandemi lebih sulit untuk dikendalikan jika orang keluar dan menulari orang lain tanpa menyadari bahwa mereka sendiri sedang sakit.

Namun menurut Eili Klein, seorang profesor di departemen pengobatan darurat Universitas Johns Hopkins, tantangan dalam memahami orang tanpa gejala adalah istilah yang tidak spesifik.

“Ada masalah definisi. Apa artinya orang tanpa gejala?" ujar Klein yang tidak terlibat dalam penelitian terbaru seperti dilansir Huffington Post, Sabtu (9/1/2021).

Misalnya, beberapa orang menunjukkan gejala sebelumnya dan mungkin menyebarkan virus sebelum mereka menyadari bahwa mereka sakit.

"Orang lain mungkin tidak pernah mengembangkan gejala apa pun atau memiliki gejala yang begitu ringan sehingga mereka tidak merasakan gejala sama sekali, tetapi tetap menularkan virus," jelas Klein.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X