Waspada Potensi Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Natuna 3 Hari ke Depan

Kompas.com - 02/12/2020, 17:04 WIB
Warga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak  26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww. AHMAD SUBAIDIWarga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak 26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.


KOMPAS.com- Sejumlah wilayah perairan Indonesia, dalam tiga hari ke depan harus mewaspadai adanya potensi gelombang tinggi yang bisa mencapai 6 meter.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi tersebut berdasarkan tekanan rendah dan pola angin.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, terdapat pola tekanan rendah 1009 hPa di Samudera Hindia barat Lampung dan 1008 hPa terpantau di Laut Bali.

Sementara itu, pola angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 5-35 knot.

Baca juga: BMKG: Hingga Besok, Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter

 

Sedangkan, kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Selat Sunda bagian selatan, Laut Jawa, Laut Natuna bagian utara, dan Perairan utara Natuna.

Kondisi ini mengakibatkan tinggi gelombang bisa mencapai setinggi 6 meter di sekitar wilayah tersebut dan area perairan lainnya.

Gelombang tinggi 1,25-2,50 meter (kategori sedang)

  • Perairan utara Sabang
  • Perairan barat Aceh
  • Perairan barat Pulau Simeulue hingga Pulau Siberut
  • Teluk Lampung bagian selatan
  • Samudra Hindia barat Aceh hingga Pulau Siberut
  • Selat Sape bagian selatan
  • Perairan selatan Sumbawa hingga Pulau Sawu
  • Laut Sawu
  • Selat Sumba bagian barat
  • Perairan selatan Kupang hingga Pulau Rotte
  • Samudra Hindia selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rotte
  • Laut Natuna
  • Laut Jawa bagian tengah dan timur
  • Selat Makassar bagian utara
  • Perairan Bitung hingga Kepulauan Sitaro
  • Perairan utara Kepulauan Halmahera
  • Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
  • Laut Maluku
  • Teluk Tomini
  • Teluk Tolo
  • Laut Sulawesi
  • Laut Halmahera
  • Perairan barat dan timur Kepulauan Halmahera
  • Perairan utara Papua barat hingga Papua
  • Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua barat
  • Laut Arafuru bagian timur

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sensor BMKG Tangkap Suara Dentuman di Bali, tapi Bukan Aktivitas Gempa

Sensor BMKG Tangkap Suara Dentuman di Bali, tapi Bukan Aktivitas Gempa

Fenomena
Peneliti Oxford Bersiap Rancang Vaksin Covid-19 Khusus Varian Baru

Peneliti Oxford Bersiap Rancang Vaksin Covid-19 Khusus Varian Baru

Oh Begitu
4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

Fenomena
[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

Oh Begitu
Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Oh Begitu
LIPI Kembangkan Metode Kristalisasi untuk Mengelola Sampah Medis

LIPI Kembangkan Metode Kristalisasi untuk Mengelola Sampah Medis

Oh Begitu
Banjir Manado, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Manado, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Varian Baru Virus Corona Brasil Ditemukan di Kota Amazon

Fenomena
Bupati Sleman Positif Covid-19, Virus Corona Kemungkinan sudah Berinkubasi

Bupati Sleman Positif Covid-19, Virus Corona Kemungkinan sudah Berinkubasi

Oh Begitu
Epidemiolog Desak Sistem Testing Covid-19 Diperbaiki Sebelum Pandemi Makin Memburuk

Epidemiolog Desak Sistem Testing Covid-19 Diperbaiki Sebelum Pandemi Makin Memburuk

Oh Begitu
Bisa Ular Kobra Semburan Racunnya Tidak untuk Membunuh, Studi Jelaskan

Bisa Ular Kobra Semburan Racunnya Tidak untuk Membunuh, Studi Jelaskan

Oh Begitu
3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

Oh Begitu
5 Kesalahan Saat Makan Siang yang Bisa Gagalkan Penurunan Berat Badan

5 Kesalahan Saat Makan Siang yang Bisa Gagalkan Penurunan Berat Badan

Oh Begitu
Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Oh Begitu
Panggilan Kawin Tak Terdengar, Katak Ini Pilih Lambaikan Tangan

Panggilan Kawin Tak Terdengar, Katak Ini Pilih Lambaikan Tangan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X