Rumah Sakit Penuh, Libur Panjang Picu Peningkatan Pasien Covid-19

Kompas.com - 25/11/2020, 19:04 WIB
Belasan karyawan pabrik rambut palsu di Kabupaten Purbalingga menempati Gedung Korpri yang digunakan sebagai ruang isolasi darurat pasien Covid-19 karena seluruh rumah sakit rujukan penuh, Jumat (20/11/2020). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIBelasan karyawan pabrik rambut palsu di Kabupaten Purbalingga menempati Gedung Korpri yang digunakan sebagai ruang isolasi darurat pasien Covid-19 karena seluruh rumah sakit rujukan penuh, Jumat (20/11/2020).


KOMPAS.com- Penularan Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Hal itu tampak dari peningkatan keterisian tempat tidur di rumah sakit di sejumlah provinsi.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangannya lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Selasa (24/11/2020).

"Saya sampaikan saat ini terjadi peningkatan tren pasien yang masuk rawat jalan IGD dan juga rawat inap dibandingkan periode sebelum libur panjang," kata Wiku.

Wiku menambahkan peningkatan tersebut berdampak pada ketersediaan tempat tidur di berbagai rumah sakit di berbagai daerah.

Baca juga: Positif Covid-19 Tinggi ICU Rumah Sakit Semakin Penuh, Begini Strategi dari Ahli

 

Peningkatan pasien Covid-19 salah satunya yang terjadi di Provinsi Banten. Rumah sakit rujukan Covid-19 di daerah ini tingkat keterisian tempat tidur mengalami peningkatan.

Saat ini, keterisian tempat tidur rumah sakit di daerah tersebut sudah mencapai 97 persen untuk ruang ICU-nya atau 115 tempat tidur telah terisi. Sedangkan keterisian ruang isolasi mencapai 80 persen atau 1.413 tempat tidur telah terisi.

Kondisi rumah sakit penuh pasien Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia juga diakui Ketua Departemen Menejemen Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Irwandy, SKM, MScPH, MKes.

Baca juga: ICU Jakarta Menipis, Ahli Ingatkan Rumah Sakit di Indonesia Perlu Waspada

 

"Kalau kita perhatikan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, seminggu belakangan ini mulai memperlihatkan tren peningkatan baik di ruang perawatan isolasi maupun ICU," ungkap Prof Irwandy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Puncak kasus baru Covid-19

Prof Irwandy mengatakan kondisi ini adalah dampak dari masih kurangnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, kondisi penuhnya rumah sakit juga disebabkan oleh pergerakan masyarakat yang cukup besar sewaktu libur panjang diakhir Oktober lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia Akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia Akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Oh Begitu
Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Fenomena
Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Fenomena
Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Oh Begitu
Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Oh Begitu
Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

Oh Begitu
BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

Fenomena
Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Fenomena
SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

Fenomena
Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Fenomena
IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

Kita
Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Puncak Musim Hujan Indonesia, Ini Wilayah Waspada Risiko Bencana Hidrometeorologi

Fenomena
BMKG: Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Sejak Awal Januari

BMKG: Aktivitas Gempa di Indonesia Meningkat Sejak Awal Januari

Fenomena
7 Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem Berisiko Bencana di Wilayah Indonesia

7 Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem Berisiko Bencana di Wilayah Indonesia

Oh Begitu
komentar
Close Ads X