Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Kompas.com - 24/11/2020, 20:04 WIB
Ilustrasi alam semesta galaksi bima sakti NASA/GSFCIlustrasi alam semesta galaksi bima sakti


KOMPAS.com- Studi baru yang dilakukan sejumlah ilmuwan astronomi mengungkapkan temuan yang mengejutkan tentang galaksi Bima Sakti.

Large Magellanic Cloud (LMC) yang telah menjadi galaksi satelit Bima Sakti, ternyata memberikan gangguan pada pergerakan galakis kita.

LMC adalah materi gelap yang terlihat seperti awan samar di langit malam yang berada di belahan bumi selatan. Namanya, Magellanic, diambil dari penjelajah Portugis abad ke-16, Ferdinand Magellan.

Dikutip dari Phys, Selasa (24/11/2020), para ilmuwan meyakini bahwa menurut standar kosmologis, LMC telah melintasi galaksi Bima Sakti sekitar 700 juta tahun yang lalu.

Baca juga: Gas Aneh Dekati Jantung Galaksi Bima Sakti, Mungkinkah Lubang Hitam?

 

Oleh karena kandungan materi gelap yang sangat besar, saat LMC jatuh di galaksi kita, mengakibatkan gangguan terhadap struktur dan gerakan galaksi Bima Sakti.

Para astronom mengatakan bahwa efeknya masih disaksikan saat ini, dan memaksa revisi tentang bagaimana galaksi kita ini berevolusi.

Dalam penelitian sebelumnya telah mengungkapkan bahwa LMC, seperti Bima Sakti, dikelilingi halo dengan materi gelap. Ini adalah partikel yang sulit dipahami yang mengelilingi galaksi, tidak menyerap maupun memancarkan cahaya.

Baca juga: Bak Ditembak Peluru Raksasa, Galaksi Bima Sakti Berlubang

 

Akan tetapi, partikel tersebut memiliki efek gravitasi yang dramatis yang memengaruhi pergerakan bintang dan gas di alam semesta.

Untuk menemukan bagaimana LMC membelokkan gerak galaksi kita, para peneliti di University of Edinburg menggunakan model statistik canggih dengan menghitung kecepatan bintang terjauh di Bima Sakti.

Dalam studi yang telah dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy ini para peneliti menemukan daya tarik yang sangat kuat dari halo materi gelap LMC menarik dan memutar piringan galaksi Bima Sakti pada kecepatan 115.200 km per jam menuju kontelasi Pegasus.

Lebih mengejutkan lagi, ilmuwan menemukan bahwa galaksi Bima Sakti tidak bergerak menuju lokasi LMC saat ini, seperti yang diperkirakan sebelumnya, melainkan menuju suatu titik di lintasan sebelumnya.

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X