Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Kompas.com - 24/11/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19 dengan penyakit rematik, sebuah studi ungkap hanya mengalami sakit ringan. Bahkan, angka infeksi dan kematian rendah pada pasien tersebut. SHUTTERSTOCK/FunKey FactoryIlustrasi pasien Covid-19 dengan penyakit rematik, sebuah studi ungkap hanya mengalami sakit ringan. Bahkan, angka infeksi dan kematian rendah pada pasien tersebut.

KOMPAS.com - Studi baru menegaskan, orang yang mengidap Covid-19 kemungkinan besar dapat menularkan virus corona SARS-CoV-2 dalam lima hari pertama setelah mengembangkan gejala.

Laporan yang terbit di jurnal Lancet ini juga menunjukkan bahwa pasien Covid-19 tanpa gejala dapat membersihkan virus lebih cepat dari tubuh mereka dan mungkin menular untuk waktu yang lebih singkat.

Dalam tinjauan sistematis pertama dari jenisnya, para peneliti menganalisis data dari 98 studi sebelumnya tentang penularan infeksi virus corona.

Baca juga: Amerika Serikat Siap Gunakan Vaksin Covid-19 Desember, Targetkan Herd Immunity Tercapai Mei

Dilansir Huffington Post, Jumat (20/11/2020), peneliti melihat tiga faktor kunci dalam studi tersebut:

  • Viral load, jumlah virus yang terdeteksi di dalam tubuh melalui berbagai tahap infeksi.
  • Viral RNA shedding, lamanya waktu seseorang melepaskan materi genetik virus.
  • Isolasi vrius hidup, tempatvirus hidup diisolasi dan diuji untuk melihat apakah virus berhasil berkembang biak di laboratorium.

Para peneliti membandingkan temuan mereka tentang Covid-19 dengan dua jenis virus corona lainnya, untuk lebih memahami mengapa Covid-19 menyebar begitu cepat.

Mereka menemukan bahwa viral load SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan Covid-19) memuncak di saluran pernapasan bagian atas pada awal perjalanan penyakit, antara timbulnya gejala hingga hari kelima.

Temuan ini penting, karena virus di saluran pernapasan bagian atas dianggap sebagai sumber utama penularan.

Sebagai perbandingan, viral load untuk dua jenis lain dari virus corona (SARS-CoV dan MERS-CoV) mencapai puncaknya masing-masing pada 10-14 hari dan 7-10 hari. Artinya waktu penyebaran virus lebih lama untuk mengenali gejala dan karantina.

"Temuan kami sejalan dengan penelitian pelacakan kontak yang menunjukkan bahwa sebagian besar peristiwa penularan virus terjadi sangat awal, dan terutama dalam lima hari pertama setelah timbulnya gejala, yang menunjukkan pentingnya isolasi diri segera setelah gejala dimulai," kata penulis utama penelitian Muge Kata Cevik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X