Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Kompas.com - 24/11/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi monyet capuchin (Cebus imitator). SHUTTERSTOCK/Ondrej ProsickyIlustrasi monyet capuchin (Cebus imitator).

KOMPAS.com - Di tengah Taman Nasional Santa Rosa, Kosta Rika, terdengar jeritan nyaring seekor monyet capuchin dari atas pohon. Tak lama setelah jeritan terdengar, monyet itu jatuh dan akhirnya mati.

Banyak monyet-monyet sejenis yang berkumpul mengerumuni monyet malang itu. Bukannya menangis karena kehilangan kerabat, dua monyet dari kelompok itu justru memakannya.

Kejadian mengerikan ini pun disaksikan para ilmuwan.

Baca juga: Hindari Kanibalisme, Sebelum Kawin Laba-laba Jantan Menggigit Betina

Para pakar telah mengamati populasi monyet capuchin berwajah putih (Cebus imitator) dan mendokumentasikan kehidupan mereka selama lebih dari 37 tahun di Taman Nasional Santa Rosa.

Sejak dulu, tak ada catatan kasus kanibalisme di antara monyet capuchin. Namun perilaku ini berubah sejak 9 April 2019.

Tim ilmuwan menulis kejadian mengerikan tersebut dan laporannya diterbitkan di jurnal Ecology and Evolution edisi 16 Oktober 2020.

Dilansir Live Science, Selasa (24/11/2020), saat mengamati sekelompok bayi monyet capuchin, para peneliti mendengar suara nyaring dari ketinggian pohon.

Ternyata itu adalah suara bayi monyet berusia 10 hari yang dinamai CT-19 sebelum jatuh ke tanah.

Ibunya, CT, segera turun dari pohon untuk mengambil bayinya.

CT menggendong CT-19 di perutnya dan sempat membawanya naik ke puncak dua kali. Namun CT-19 tidak bisa berpegangan dan selalu jatuh.

CT-19 dilaporkan tidak bergerak selama beberapa menit. Tak lama setelah itu, beberapa monyet yang lain berkumpul untuk memeriksa CT-19.

Seekor monyet capuchin jantan berusia 2 tahun adalah yang pertama mendekati CT-19 dan mulai menggigit kakinya, termasuk mengunyah jari kaki kecil CT-19.

Setelah itu, seekor monyet betina capuchin yang sudah tua, berusia 23 tahun, mengusir monyet jantan dan mengambil alih menggerogoti mayat CT-19, dimulai dari kaki kiri.

Hanya setengah jam, monyet betina itu menghabiskan seluruh bagian bawah CT-19, menyisakan kepala, dada, dan lengan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Laut Banda Dipicu Aktivitas Subduksi

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Laut Banda Dipicu Aktivitas Subduksi

Fenomena
Sistem Kekebalan Tubuh dapat Mengingat Virus Corona Selama 6 Bulan

Sistem Kekebalan Tubuh dapat Mengingat Virus Corona Selama 6 Bulan

Oh Begitu
Selain Risiko Kematian, Pasien Covid-19 Dihantui Gejala Menetap

Selain Risiko Kematian, Pasien Covid-19 Dihantui Gejala Menetap

Oh Begitu
Lapan: Berkurangnya Area Hutan Picu Banjir Kalimantan Selatan

Lapan: Berkurangnya Area Hutan Picu Banjir Kalimantan Selatan

Oh Begitu
Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
komentar
Close Ads X