Inggris Siap Sambut Kelahiran 4.000 Anak Anjing Laut Tahun Ini

Kompas.com - 20/11/2020, 08:05 WIB
Anak anjing laut bersama induknya di Cagar Alam Nasional Blakeney di Norfolk.
independentAnak anjing laut bersama induknya di Cagar Alam Nasional Blakeney di Norfolk.

KOMPAS.com - Koloni anjing laut abu-abu terbesar di Inggris akan menghadapi ledakan bayi besar-besaran tahun ini.

Diperkirakan sekitar 4000 anak anjing laut abu-abu akan lahir di Cagar Alam Nasional Blakeney di Norfolk.

Seperti dikutip dari Independent, Kamis (19/11/2020), ledakan populasi anak anjing ini menurut otoritas setempat terjadi lantaran minimnya tingkat gangguan dan kematian anak-anak anjing laut yang rendah di lokasi tersebut selama beberapa minggu pertama kehidupan.

Selain itu juga, predator alami di area itu tak sebanyak di wilayan lain.

Baca juga: Diduga Kelaparan, Ribuan Anjing Laut di Namibia Mati Misterius

Penjaga hutan yang memantau koloni di Cagar Alam Nasional Blakeney di Norfolk pun mulai bersiap dan memikirkan cara untuk menghitung anak-anak hewan yang segera lahir itu.

Cagar alam Blakeney pertama kali mencatat kelahiran anak anjing laut abu-abu pada tahun 1988.

Jumlah koloni kemudian semakin banyak. Mulai dari 25 anak anjing laut yang lahir pada tahun 2001 menjadi 3399 anak anjing laut pada tahun 2019.

Selanjutnya, sekitar 4000 anak anjing abu-abu diharapkan akan lahir pada musim kawin ini.

Dengan jumlah sebanyak itu, ada kekhawatiran soal ketepatan penghitungan anak-anak anjing laut yang lahir.

Sebelumnya, anak anjing lahir dihitung satu persatu oleh penjaga hutan dan sukarelawan. Tetapi cara itu bukan lagi metode yang aman dan baik bagi koloni hewan.

"Kepadatan koloni telah meningkat pesat dan berjalan melalui koloni sekarang tidak aman untuk staf atau anjing laut,” ungkap Leighton Newman, dari National Trust.

Baca juga: Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
9 Fakta Gempa Majene, Sebabkan Korban Jiwa hingga Berpeluang Tsunami

9 Fakta Gempa Majene, Sebabkan Korban Jiwa hingga Berpeluang Tsunami

Fenomena
Gempa Majene Dipicu Sesar Mamuju-Majene Thrust, Ini Penjelasan BMKG

Gempa Majene Dipicu Sesar Mamuju-Majene Thrust, Ini Penjelasan BMKG

Oh Begitu
komentar
Close Ads X