Mengejutkan, Ahli Temukan Berang-berang Makan Jantung dan Hati Hiu

Kompas.com - 23/10/2020, 13:03 WIB
Berang-berang newsweekBerang-berang

KOMPAS.com - Dalam beberapa bulan terakhir, bangkai-bangkai hiu ditemukan terdampar di kota Simon, sebuah kota pesisir di Afrika Selatan.

Namun dari temuan bangkai itu ada yang aneh. Saat hiu dihendak diperiksa oleh Alison Kock, ahli biologi kelautan di Taman Nasional Afrika Selatan, ia menemukan bangkai tak utuh lagi.

Seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (22/10/2020) Kock menemukan bahwa jantung dan hati dari hiu yang mati itu telah hilang.

Baca juga: Persahabatan Unik Orangutan dan Berang-berang di Kebun Binatang Belgia

"Pada hiu jantan organ reproduksinya juga hilang. Ini adalah bagian tubuh yang paling bergizi," ungkap Kock.

Setelah beberapa saat, teka-teki dibalik hilangnya organ bangkai hiu itu akhirnya terjawab.

Misteri di balik hilangnya organ pada bangkai hiu itu terungkap melalui kamera jebakan yang dipasang peneliti lain yang kebetulan sedang menjalankan proyek di wilayah yang sama.

Dari video rekaman, terlihat bahwa hewan yang memakan organ-organ hiu adalah berang-berang.

Selain itu juga tempat penemuan bangkai ternyata berada di sekitar sarang berang-berang. Pada bangkai juga terlihat banyak bekas gigitan berukuran kecil.

Menurut Kock, karnivora selektif dalam memakan nutrisi yang mereka ambil dari mangsa. Beberapa predator lain yang diketahui melakukan perilaku tersebut antara lain beruang, anjing laut, dan paus pembunuh.

Sementara pada kasus berang-berang, Kock menyebut perilaku itu terjadi saat stok makanan berlimpah.

Baca juga: Hiu Paus Betina Ambil Alih Status Hewan Terbesar di Laut

Wilayah di mana berang-berang memakan jantung dan hati hiu terletak di Taman Nasional Table Mountain. Di daerah tersebut, hiu merupakan salah satu spesies paling melimpah.

"Kebanyakan orang menganggap hiu merupakan predator tetapi ternyata mereka sering pula menjadi mangsa hewan lain. Sebagaian besar hiu bukanlah predator puncak, tetapi predator meso (tengah). Hanya hiu terbesar seperti hiu putih atau harimau yang kami anggap sebagai predator puncak," tambah Kock.



Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X