6 Fakta Norovirus, Ada di Indonesia hingga Menular Melalui Makanan

Kompas.com - 19/10/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi norovirus menyebabkan sakit pada saluran pencernaan, ditandai dengan diare, mual, muntah dan sakit pada perut. SHUTTERSTOCKIlustrasi norovirus menyebabkan sakit pada saluran pencernaan, ditandai dengan diare, mual, muntah dan sakit pada perut.

KOMPAS.com - Belum usai virus SAR-CoV-2 penyebab pandemi Covid-19 yang mewabah pertama kali di China, kali ini negara tersebut diserang wabah norovirus.

Seperti diberitakan Kompas.com, Senin (12/10/2020), lebih darii 70 orang mahasiswa di sebuah universitas di Taiyuan, Provinsi Shanxi, China utara mengalami diare dan muntah-muntah.

Berdasarkan hasil analisis sampel pada 28 kasus mahasiswa itu, Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Taiyuan menemukan 11 kasus positif norovirus.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), norovirus adalah virus yang sangat menular. Orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami muntah dan diare, serta menyerang segala usia.

Baca juga: Cuci Tangan Cara Simpel Cegah Penyakit seperti Norovirus Penyebab Diare

Orang dengan penyakit norovirus dapat melepas miliaran partikel virus, namun hanya beberapa partikel yang dapat membuat orang lain sakit.

Menurut otoritas Kesehatan Tiongkok, norovirus ini menyebabkan kejadian luar biasa (KLB).

Berikut 6 fakta yang harus Anda ketahui terkait penyakit yang disebabkan oleh norovirus ini:

1. Pernah terjadi di Indonesia

Menanggapi kasus wabah norovirus ini, guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD(K) MMB FINASIM FACP angkat bicara.

Ari mengatakan, sebenarnya norovirus ini bukanlah virus yang baru dan bisa ditemukan di banyak negara.

Norovirus menjadi salah satu penyebab utama terjadinya infeksi usus akut (gastroenteritis) di seluruh dunia.

Virus ini juga ada di Indonesia, seperti yang dilaporkan oleh peneliti Indonesia di jurnal internasional, salah satunya yang baru saja dipublikasikan di Jurnal of Medical Virology bulan Mei 2020.

Penelitian itu dilaporkan oleh Dr Juniastuti, dkk dari Institure of Tropical Disease Universitas Airlangga.

Dalam laporan jurnal terebut menunjukkan, bahwa dari 91 sampel feses yang diperiksa, ternyata 14 sampel atau 15,4 persen mengandung norovirus.

Sampel penelitian yang dilakukan di awal tahun 2019 ini  mengambil dari beberapa rumah sakit di Kota Jambi.

"Kasus yang sama juga pernah dilaporkan dari beberapa kota di Indonesia," kata Ari yang juga dokter spesialis penyakit dalam konsultan Gastroenterologi Hepatologi ini.

Baca juga: Wabah Diare Norovirus di China, Mungkinkah Ada di Indonesia dan Bagaimana Pencegahannya?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X