Mutasi "Diam" SARS-CoV-2, Mungkin Penyebab Virus Corona Sulit Dihentikan

Kompas.com - 19/10/2020, 08:02 WIB
Ilustrasi mutasi virus SARS-CoV-2. Peneliti temukan mutasi diam-diam virus corona penyebab Covid-19 yang diduga menyebabkan virus ini sulit dihentikan. SHUTTERSTOCK/peterschreiber.mediaIlustrasi mutasi virus SARS-CoV-2. Peneliti temukan mutasi diam-diam virus corona penyebab Covid-19 yang diduga menyebabkan virus ini sulit dihentikan.


KOMPAS.com- Tim peneliti di Duke University telah mengidentifikasi sejumlah mutasi 'diam' pada sekitar 30.000 huruf kode genetik virus corona penyebab Covid-19.

Mutasi tersebut ternyata membantu SARS-CoV-2 berkembang setelah melompat dari hewan, yakni reservoir virus berasal dari kelelawar, ke manusia.

Dikutip dari Science Daily, Senin (19/10/2020), peneliti menduga, kemungkinan hal itu yang membuat virus corona baru menjadi pandemi global yang cukup sulit untuk dihentikan.

Dalam studi yang telah diterbitkan di jurnal PeerJ, 16 Oktober lalu, perubahan halus yang terjadi melibatkan bagaimana virus dapat melipatgandakan molekul RNA di dalam sel manusia.

Baca juga: Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

 

Para peneliti menggunakan metode statistik yang dikembangkan untuk mengidentifikasi perubahan adaptif yang muncul dalam genom virus SARS-CoV-2 pada manusia.

Akan tetapi, peneliti tidak menemukan adanya kaitan erat virus corona yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling, dua hewan yang disebut sebagai reservoir virus tersebut.

"Kami mencoba mencari tahu apa yang membuat virus ini begitu unik," kata penulis utama Alejandro Berrio, seorang rekan postdoctoral di laboratorium ahli biologi Greg Wray di Duke.

Pada penelitian sebelumnya, mendeteksi sidik jari positif dalam gen yang mengkode protein spike, bagian penancap pada permukaan virus corona yang berperan penting dalam menginfeksi sel-sel baru.

Baca juga: Mutasi Virus Corona Lebih Menular juga Dilaporkan di Negara Ini

 

Studi baru lainnya juga telah menandai mutasi yang mengubah protein spike, yang menunjukkan bahwa strain virus yang membawa mutasi ini lebih mungkin berkembang.

Namun, dengan pendekatan yang dilakukan Berrio dan Wray, serta peneliti lainnya, Valerie Gartner juga telah mengidentifikasi penyebab tambahan yang gagal terdeteksi pada studi sebelumnya.

Mereka melaporkan bahwa mutasi diam-diam virus corona teridentifikasi pada wilayah lain dari genom SARS-CoV-2 yang dijuluki Nsp4 dan Nsp16.

Mutasi tersebut tampaknya telah membuat virus ini memiliki keunggulan biologis atas galur sebelumnya tanpa mengubah protein yang mereka kodekan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X