Dexamethasone Efektif Cegah Kematian Akibat Virus Corona Gejala Parah

Kompas.com - 18/10/2020, 16:05 WIB
Ilustrasi dexamethasone untuk pengobatan Covid-19. Disarankan hanya diberikan pada pasien Covid-19 dengan sakit parah untuk mengurangi peradangan seluruh tubuh akibat infeksi virus corona baru. SHUTTERSTOCK/JOSHIMERBINIlustrasi dexamethasone untuk pengobatan Covid-19. Disarankan hanya diberikan pada pasien Covid-19 dengan sakit parah untuk mengurangi peradangan seluruh tubuh akibat infeksi virus corona baru.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 masih menjadi musuh dunia yang belum ada vaksinnya hingga kini.

Tetapi, sejauh ini sudah ada obat yang efektif untuk virus corona, yaitu dexamethasone.

"Saat ini bisa dikatakan bahwa dexamethasone adalah obat yang terbukti paling efektif melawan virus corona baru pada kondisi pasien yang parah," tutur kepala Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Jumat, (16/10/2020).

Dilansir dari AA, Jumat, (16/10/2020), Dexamethasone selama ini telah digunakan dalam pengobatan berbagai kondisi, termasuk masalah rematik, berbagai kondisi kulit, alergi parah, asma, penyakit paru obstruktif kronik, croup - infeksi pernapasan pada anak, pembengkakan otak, dan sakit mata setelah operasi mata.

Dexamethasone juga digunakan dengan antibiotik pada kasus tuberkulosis.

Baca juga: Mimpi Pendiri Dexa Sediakan Obat Kanker Limfoma Produksi Lokal

Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus yang selalu berbicara kepada wartawan di webinar dua kali seminggu dari Jenewa, mengungkapkan hasil sementara Uji Coba Terapi Solidaritas WHO dan merujuk pada influenza, yang dapat diatasi dengan menggunakan beberapa metode yang sama seperti yang digunakan untuk melawan Covid-19.

Tedros memperingatkan, bahwa permintaan vaksin influenza mungkin akan melebihi pasokan di beberapa negara, terutama di belahan bumi utara, saat musim dingin tiba.

Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi telah merekomendasikan, kelompok prioritas tertinggi untuk vaksinasi influenza selama pandemi Covid-19 adalah kelompok tinggi risiko, seperti petugas kesehatan dan lansia.

"Setiap tahun, ada hingga 3,5 juta kasus influenza musiman yang parah di seluruh dunia, dan hingga 650.000 kematian terkait pernapasan," tutur Tedros.

Selama musim dingin di belahan bumi selatan tahun ini, jumlah kasus flu musiman dan kematian lebih sedikit dari biasanya, karena tindakan yang diambil untuk mengatasi Covid-19.

"Tapi, kami tidak bisa berasumsi bahwa hal yang sama akan terjadi saat musim flu di belahan bumi utara," kata kepala WHO.

Baca juga: Donald Trump Positif Covid-19 Diberi Dexamethasone, Obat Apa Itu?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber AA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terancam Punah, Populasi Platipus Diprediksi Menghilang di Australia

Terancam Punah, Populasi Platipus Diprediksi Menghilang di Australia

Fenomena
Efektif 90 Persen, Ketahui 7 Fakta Vaksin AstraZeneca-Oxford

Efektif 90 Persen, Ketahui 7 Fakta Vaksin AstraZeneca-Oxford

Oh Begitu
Temuan Baru, Aligator Kerabat Buaya Ternyata Bisa Meregenerasi Ekornya

Temuan Baru, Aligator Kerabat Buaya Ternyata Bisa Meregenerasi Ekornya

Fenomena
Kepulauan Seribu hingga Papua Barat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Kepulauan Seribu hingga Papua Barat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Fenomena
Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Bagaimana Burung Hantu Memutar Kepala 270 Derajat?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana Burung Hantu Memutar Kepala 270 Derajat?

Oh Begitu
8 Mitos Menstruasi, Benarkah Darah Menstruasi Bisa Obati Jerawat?

8 Mitos Menstruasi, Benarkah Darah Menstruasi Bisa Obati Jerawat?

Oh Begitu
Penemuan yang Mengubah Dunia: mRNA Pernah Diabaikan hingga Jadi Teknologi Vaksin Terdepan

Penemuan yang Mengubah Dunia: mRNA Pernah Diabaikan hingga Jadi Teknologi Vaksin Terdepan

Oh Begitu
Probiotik Dapat Membantu Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut

Probiotik Dapat Membantu Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut

Kita
Dinosaurus Juga Alami Infeksi Tulang Akut, Peneliti Temukan Buktinya

Dinosaurus Juga Alami Infeksi Tulang Akut, Peneliti Temukan Buktinya

Oh Begitu
Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
komentar
Close Ads X