Fenomena Cuaca di Mars, NASA Curiosity Tangkap Penampakan "Setan Debu"

Kompas.com - 31/08/2020, 20:02 WIB
Robot penjelajah Mars milik NASA, Curiosity, berselfie di tanah Mars pada 11 OKtober 2019 atau di hari ke-2.553, setelah melakukan misi sulit. Robot penjelajah Mars milik NASA, Curiosity, berselfie di tanah Mars pada 11 OKtober 2019 atau di hari ke-2.553, setelah melakukan misi sulit.


KOMPAS.com - Atmosfer di Mars sangatlah tipis dibandingkan planet lain yang ada di Tata Surya. Tak heran jika cuaca di planet ini selalu menarik untuk dipelajari.

Fenomena cuaca di Mars selalu menjadi perhatian bagi penjelajah atau Rover NASA yang ditempatkan untuk menguak kondisi planet merah.

Salah satunya, angin kencang yang dapat menyebabkan badai debu tak terkendali yang menyelimuti seluruh planet.

Oleh sebab itu, penjelajah Mars Curiosity NASA yang berada di Kawah Gale, terkadang mengarahkan pandangan elektroniknya pada fenomena cuaca Mars.

Baca juga: Pesawat Ruang Angkasa ESA Tangkap Awan Misterius di Atas Gunung Berapi Mars, Apa Itu?

 

Belum lama ini, dilansir dari Science Alert, Senin (31/8/2020) dilaporkan Curiosity NASA melihat setan debu berputar-putar di atas kawah berbatu.

Melihat fenomena cuaca di Mars ini, tidak hanya menarik, tetapi juga memberi banyak pengetahuan tentang perubahan atmosfer musiman di planet merah.

Memasuki musim panas Mars, di belahan selatan planet ini, tempat Kawah Gale berada dan atmosfer di wilayah ini mulai memanas.

Wahana Curiosity memberikan laporan adanya daerah di Mars yang memiliki pembuluh. NASA/JPL-Caltech/MSSS Wahana Curiosity memberikan laporan adanya daerah di Mars yang memiliki pembuluh.

Baca juga: Robot Curiosity Temukan Oasis Kuno di Mars

 

Sama seperti pemanasan atmosfer yang tidak merata di Bumi, sehingga menghasilkan pergerakan atmosfer, demikian pula atmosfer Mars yang terpengaruh.

"Pemanasan permukaan yang lebih kuat cenderung menghasilkan konveksi dan pusaran konvektif yang lebih kuat, yang terdiri dari angin kencang yang bertiup di sekitar inti bertekanan rendah," tulis ilmuwan atmosfer Claire Newman dari Aeolis Research on the Mars Exploration.

Newman mengatakan apabila pusaran itu cukup kuat, maka angin tersebut bisa mengangkat debu dari permukaan dan menjadi terlihat sebagai "setan debu".

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X