Pesawat Ruang Angkasa ESA Tangkap Awan Misterius di Atas Gunung Berapi Mars, Apa Itu?

Kompas.com - 03/08/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi Planet Mars Shutterstock.comIlustrasi Planet Mars


KOMPAS.com - Pesawat ruang angkasa milik badan antariksa Eropa ( ESA) menangkap penampakan awan misterius di atas gunung berapi Mars.

Penampakan awan tipis yang panjang ini telah memberi pemandangan yang berbeda di atas gunung berapi Mars, Arsia Mons.

Melansir The Independent, Senin (3/8/2020), dalam gambar yang ditangkap ESA, benda berwujud gas itu terlihat melayang di atas gunung Arsia Mons setinggi 20 km di planet merah tersebut.

Gunung berapi tersebut belum aktif selama 50 juta tahun, sehingga tidak mungkin jika gas yang melayang tersebut terjadi akibat aktivitas vulkanis Arsia Mons.

Baca juga: Pesawat Ruang Angkasa ESA Terbang di Atas Kawah Es Mars, Ini Penampakannya

Awan itu terdiri dari es air, tetapi tampaknya bukan berasal dari aktivitas gunung berapi.

Aliran yang terbentuk sebagai aliran udara dipengaruhi oleh sisi gunung berapi yang tidak menghadapi angin, sehingga membuat bingung para ilmuwan.

Dinamai Arsia Mons Elongated Cloud (AMEC), namun masih menjadi misteri bagaimana awan ini terbentuk, dan sejak kapan muncul dan kapan menghilang.

Penampakan awan misterius (warna putih memanjang) di atas gunung berapi di planet Mars. Gambar ini ditangkap pesawat ruang angkasa ESA, Mars Express.ESA/MARS EXPRESS Penampakan awan misterius (warna putih memanjang) di atas gunung berapi di planet Mars. Gambar ini ditangkap pesawat ruang angkasa ESA, Mars Express.

Baca juga: Laba-laba Berbulu Tertangkap Kamera ESA Berjalan di Mars

"Kami telah menyelidiki fenomena yang menarik ini, dan berharap untuk melihat awan seperti itu pada saat ini," kata Jorge Hernandez-Bernal, salah satu peneliti dari University of the Basque Country.

Hernandez-Bernal mengatakan awan ini memanjang terbentuk setiap tahun di Mars selama musim ini di sekitar titik balik matahari di bagian selatan.

Penampakan awan ini berulang selama 80 hari atau bahkan lebih, mengikuti siklus harian yang cepat.

"Namun, kami belum tahu apakah awan selalu begitu mengesankan," jelas dia.

Ahli mengungkapkan satu tahun di Mars adalah sekitar 687 hari Bumi. Titik balik matahari selatan adalah saat Matahari berada di daerah paling selatan dari langit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Kita
Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Oh Begitu
4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Fenomena
Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Kita
Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Fenomena
Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Fenomena
Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kita
Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Oh Begitu
Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Oh Begitu
3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

Oh Begitu
Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Kita
Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Fenomena
Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Oh Begitu
komentar
Close Ads X