Kompas.com - 16/08/2020, 18:40 WIB
Ilustrasi obat untuk virus corona, obat corona ShutterstockIlustrasi obat untuk virus corona, obat corona

KOMPAS.com - Kombinasi obat anticovid-19 yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair) bersama TNI AD dan Badan Intelijen Negara (BIN) saat ini menjadi perhatian banyak orang.

Ini merupakan angin segar dan harapan yang dinanti-nanti banyak orang.

Namun, benarkah kombinasi obat anticovid-19 ini ampuh melawan Covid-19 dan bagaimana pendapat ahli?

Sebelumnya, mari kita ketahui dulu obat apa saja yang dikombinasikan oleh tim Unair ini sebagaimana tertulis di paparan yang tayang di laman resmi tniad.mil.id.

Baca juga: Asal Klaim Obat Corona Covid-19, Berikut Sanksi yang Bisa Dikenakan

Obat-obatan yang diteliti meliputi Azithromycin, Chloroquine, Hydroxychloroquine, Clarithromycin, Doxycycline, Lopinavir Ritonavir, Favipiravir, dan kombinasinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, obat-obatan di atas merupakan obat yang sudah tersedia dan digunakan untuk pasien HIV, malaria, dan penyakit lain.

Peneliti yang terlibat dalam penelitian ini salah satunya adalah Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (Unair) Dr. dr. Purwati, SPpd.

Kompas.com pun meminta tanggapan ahli biologi molekuler independen, Ahmad Utomo terkait obat ini.

Sebelumnya perlu diketahui, pendapat Ahmad berdasar paparan yang ada di dalam laman resmi TNI AD tersebut.

Pasalnya, hingga kini belum ada data resmi yang dikeluarkan pihak Unair untuk dapat dikaji ulang oleh ilmuwan lain atau laporan peer-review.

"Saya dan teman-teman (ilmuwan) semalam sempat membahas ini. Ada semacam konsepsus, teman-teman (ilmuwan) dalam tanda kutip tidak berkomentar banyak. Karena kalau kita lihat dari datanya itu memang tidak lazim," kata Ahmad kepada Kompas.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (16/8/2020).

Dari sosok penelitinya, Ahmad mengatakan bahwa Purwati merupakan dokter yang mumpuni di bidang stem cell.

Langkah pengujian efek antiviral obat Covid-19 yang dilakukan Unair. Seperti dilihat dalam gambar, pertama kali peneliti melakukan uji sel vero.Tangkapan layar laman tniad.mil.id Langkah pengujian efek antiviral obat Covid-19 yang dilakukan Unair. Seperti dilihat dalam gambar, pertama kali peneliti melakukan uji sel vero.

Tertulis dalam paparannya, pada awalnya tim melakukan studi sel dengan menggunakan sel vero 60 persen.

Dikatakan Ahmad, sel vero merupakan sel standar untuk pengujian obat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

CDC Tunjukkan Kekuatan Vaksin Covid-19 Lindungi dari Infeksi Parah

CDC Tunjukkan Kekuatan Vaksin Covid-19 Lindungi dari Infeksi Parah

Oh Begitu
7 Cara Mencegah Hewan Terinfeksi Covid-19 Menurut KLHK

7 Cara Mencegah Hewan Terinfeksi Covid-19 Menurut KLHK

Oh Begitu
3 Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Ibu Hamil, Jenis dan Efikasinya

3 Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Ibu Hamil, Jenis dan Efikasinya

Oh Begitu
Bukan Cuma Faktor Umur, Ini Alasan Rambut Memutih dan Beruban

Bukan Cuma Faktor Umur, Ini Alasan Rambut Memutih dan Beruban

Kita
Kandungan Sodium dalam Mi Instan Sangat Tinggi, Kenali Risikonya

Kandungan Sodium dalam Mi Instan Sangat Tinggi, Kenali Risikonya

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Gejala Brain Fog pada Long Covid Bisa Menurunkan IQ

Ilmuwan Ungkap Gejala Brain Fog pada Long Covid Bisa Menurunkan IQ

Oh Begitu
Luhut Sebut Kasus Covid-19 Turun 50 Persen, Epidemiolog: Indonesia Baru Masuki Titik Puncak Pandemi

Luhut Sebut Kasus Covid-19 Turun 50 Persen, Epidemiolog: Indonesia Baru Masuki Titik Puncak Pandemi

Oh Begitu
Ada Isu Gelombang Panas, BMKG: Itu di Amerika Utara, Bukan Indonesia

Ada Isu Gelombang Panas, BMKG: Itu di Amerika Utara, Bukan Indonesia

Fenomena
Gejala Awal Covid-19 Berbeda Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin, Studi Jelaskan

Gejala Awal Covid-19 Berbeda Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Epidemiolog: PPKM Sudah Seharusnya Diperpanjang, tapi Ada Catatan Penting

Epidemiolog: PPKM Sudah Seharusnya Diperpanjang, tapi Ada Catatan Penting

Oh Begitu
Pelonggaran Aturan Vaksin Bisa Ciptakan Varian Virus Corona Jenis Baru

Pelonggaran Aturan Vaksin Bisa Ciptakan Varian Virus Corona Jenis Baru

Oh Begitu
[Gempa Hari Ini] M 6,0 Guncang Mentawai, 2 Kali Susulan Terasa hingga Padang

[Gempa Hari Ini] M 6,0 Guncang Mentawai, 2 Kali Susulan Terasa hingga Padang

Fenomena
Risiko Tertular Virus SARS-CoV-2 Lewat Uang Tunai Sangat Rendah, Studi Jelaskan

Risiko Tertular Virus SARS-CoV-2 Lewat Uang Tunai Sangat Rendah, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Burung Kecil Ini Nekat Mencabut Rambut Predator untuk Alas Sarang

Burung Kecil Ini Nekat Mencabut Rambut Predator untuk Alas Sarang

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Mitos Mie Mengandung Lilin | Varian Covid-19 yang Bisa Kalahkan Vaksin

[POPULER SAINS] Mitos Mie Mengandung Lilin | Varian Covid-19 yang Bisa Kalahkan Vaksin

Oh Begitu
komentar
Close Ads X