Cegah Infeksi, Ini Cara Mengatasi Bintil Kuku

Kompas.com - 30/06/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi bintil kuku (hangnails), gangguan kesehatan kuku jari yang banyak dialami. Salah penanganan dapat menyebabkan infeksi. SHUTTERSTOCK/Nutnutchar NAVIlustrasi bintil kuku (hangnails), gangguan kesehatan kuku jari yang banyak dialami. Salah penanganan dapat menyebabkan infeksi.


KOMPAS.com - Pernahkah Anda mengalami munculnya sobekan kulit kecil di sekitar pinggir kuku? Umumnya kulit itu membuat tidak nyaman, sehingga membuat Anda ingin mencabutnya.

Itu merupakan problema kuku yang disebut hangnails atau bintil kuku.

Melansir Healthline, Senin (29/6/2020), bintil kuku sangat umum terjadi dan bisa disebabkan oleh banyak hal.

Banyak yang mengalami bintil kuku, ketika kulit mereka kering, tapi ada juga karena memiliki kebiasaan menggigit jari.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Alasan Kuku Tangan Cepat Tumbuh Dibanding Kaki

Meski bintil kuku berukuran kecil, tapi itu akan terasa sakit jika tidak sengaja tersentuh benda lainnya, seperti rambut dan pakaian. Hal itu membuat tidak nyaman.

Kondisi inilah yang seringkali membuat orang suka geregetan untuk mencabut paksa sobekan kulit kecil, baik dengan menarik pakai jari atau mengigitnya.

Sayangnya, orang seringkali tak paham kalau bintil kuku juga memiliki risiko infeksi jika salah penanganan.

Ilustrasi perawatan kuku, memotong kuku untuk terhindari dari gangguan seperti bintil kuku.SHUTTERSTOCK/BK_graphic Ilustrasi perawatan kuku, memotong kuku untuk terhindari dari gangguan seperti bintil kuku.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Kuku Tangan Lebih Cepat Tumbuh Dibanding Kaki?

Saat mencabut dengan paksa, hal itu dapat memperparah area bintil kuku yang menyebabkannya menjadi merah dan sedikit meradang.

Selain itu, tindakan tersebut juga malah membuat lapisan kulit semakin terbuka dan berisiko menjadi jalur masuknya bakteri.

Gejala infeksi yang bisa ditimbulkan jika penanganan yang salah pada bintil kuku adalah kulit di sekitar luka memerah dan bengkak, nanah yang mengelilingi tempat area kuku jari.

Serta dapat membuat kulit terasa panas saat disentuh, demam atau kedinginan, dan peningkatan rasa sakit atau berdenyut-denyut di jari.

Halaman:

Sumber Healthline
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X